Dua Pemburu Landak untuk Diperjual-belikan Diringkus | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dua Pemburu Landak untuk Diperjual-belikan Diringkus

  • 2019-01-18 penulis : Fino
  • dibaca :2607
Dua Pemburu Landak untuk Diperjual-belikan Diringkus Satwa dilindungi landak Jawa yang hampir saja diperjualbelikan oleh dua petani asal Sumawe.

Klikapa.com-MALANG – Dua orang pemburu satwa jenis landak ditangkap petugas Polres Malang. Mereka adalah Wakijan, 70, dan Sahir, 70. Keduanya warga Dusun Sumber Nanas Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. 


Kanit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris menyebut, mereka ditangkap karena mengkomersilkan Landak Jawa yang tergolong satwa dilindungi. 


“Mereka kedapatan menangkap, menjual dan mentransaksikan Landak Jawa, tanpa izin,” kata Afrizal kepada wartawan, Jumat (18/1).


Pengungkapkan jual beli Landak Jawa ini berawal dari informasi warga sekitar perkebunan. 


Polisi yang segera melakukan penyelidikan, mengetahui ada dua petani yang menangkap, memelihara serta memperjualbelikan satwa satwa dilindungi ini. 


“Saat mengamankan kedua orang itu, kami mendapatkan barang bukti berupa 14 ekor landak Jawa,” terang Afrizal. 


Satwa yang dijadikan komoditi itu bahkan tidak diperhatian. Satu di antaranya dibiarkan mati. Mereka tidak memberikan perawatan, sehingga kondisi kesehatan hewan dilindungi itu sangat mengenaskan.


Afrizal menyebut, pihaknya harus berkoordinasi dengan dokter hewan, demi memastikan kondisi kesehatan landak-landak ini. 


Polres Malang juga segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Malang.


“Setelah belasan landak Jawa ini sehat, kami akan lepas ke habitatnya. Pelaku berdalih bahwa mereka tidak tahu landak Jawa adalah hewan dilindungi. Mereka menganggap landak sebagai hama yang merusak perkebunan mereka, sehingga binatang ini ditangkap” ujar Afrizal. 


Menurutnya, landak yang tertangkap dijual seharga Rp 500 ribuper ekornya.


Pembeli satwa ini berasal dari Malang Raya. 

Polisi masih mendalami kasus ini. Terlebih praktik jual beli hewan dilindungi ini sudah dijalani kedua tersangka selama 1 tahun. 

Kedua pelaku, diancam Pasal 21 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.(fin)


BERITA TERKAIT