Pasar Wisata Sidomulyo Masih Mangkrak | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pasar Wisata Sidomulyo Masih Mangkrak

Pasar Wisata Sidomulyo Masih Mangkrak Pasar Wisata Sidomulyo di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu nampak kotor dan tak terawat penuh coretan karena tak kunjung dimanfaatkan.(MUHAMMAD FIRMAN)

Klikapa-BATU - Pasar Wisata Sidomulyo, yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, yang telah diselesaikan pembangunannya sejak 2018 lalu, tak kunjung dimanfaatkan. Bahkan, pasar wisata yang berada satu lokasi dengan rest area Sidomulyo itu kondisinya tak terawat. Bau pesing, penuh coretan, hingga beberapa fasilitas seperti kamar mandi telah rusak.


Sebelumnya pasar wisata yang memilki 34 kios itu yang dibangun dengan anggaran APBD sekitar Rp 1,6 miliar pada 2107. Namun hingga saat ini, masih dibiarkan mangkrak, karena pedagang masih enggak menempati. Alasannya karena tidak ada pengamanan atau rolling door.


Kepala Desa Sidomulyo, Suharto mengatakan, saat ini penyelesaian pembangunan pasar wisata menunggu proses lelang rooling door.
"Sebenarnya Diskoperindag Kota Batu sudah memperbolehkan agar Pasar Wisata ditempati pedagang. Namun karena tidak ada rolling door, faktor keamanan jadi salah satu pertimbangan," ujar Suharto, Jumat (18/1).


Ia menjelaskan, sebelumnya, saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018 lelang rolling door sudah dibuka. Namun tidak ada yang mengambil. Sehingga proses lelang akan dilanjutkan pada tahun 2019 ini.
Menurutnya, dengan adanya rest area yang satu lokasi dengan Pasar Wisata itu akan menjadi salah satu pendapatan asli desa.
"Kami berharap tahun ini pasar bisa segera dilengkapi. Sehingga, bisa segera dimanfaatkan. Terlebih bisa meningkatkan PAD. Kami mencatat untuk PAD tahun 2018 lalu dari rest area Sidomulyo mencapai Rp 150 juta," bebernya.


Selain itu, lanjut dia, setelah pasar bisa ditempati akan diperuntukan oleh warga desa. Serta satu tempat akan dikelola oleh Bumdes untuk berjualan produk UMKM dari warga Desa Sidomulyo.


Sementara itu, salah satu pedagang  tetap rest area Sidomulyo, Dul Slamet (56) mengatakan, bahwa dirinya dan 12 pedagang tetap lainnya, bisa segera menempati pasar tersebut. Selama 5 tahun berjualan dengan menggelar tenda di tempat itu, dirinya membayar restribusi sebesar Rp 5000 setiap


BERITA TERKAIT

close