Tanpa Dokumen Lengkap, 51 TKA Asal China Diusir Dari Aceh | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tanpa Dokumen Lengkap, 51 TKA Asal China Diusir Dari Aceh

  • 2019-01-20
  • Editor :goly
  • dibaca :2671
Tanpa Dokumen Lengkap, 51 TKA Asal China Diusir Dari Aceh Ilustrasi TKA ilegal

Klikapa.com-BANDA ACEH - Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh memergoki 51 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China, yang bekerja di PT Shandong Licun Power Plant Technology (SLPPT) Co.Ltd, yang lokasinya berada di PT Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar. TKA tersebut diketahui tanpa dokumen lengkap saat digrebek oleh Dinas Tenaga Kerja Aceh. Dari jumlah itu, satu tenaga kerja dinyatakan ilegal.


Juru Bicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata mengatakan, awalnya Dinas Tenaga Kerja meminta para TKA untuk melengkapi dokumen kerja. Namun, permintaan itu tidak dihiraukan, lalu pihaknya meminta TKA tersebut meninggalkan Aceh.


Pihaknya memberi waktu hingga Sabtu (19/1)sore, untuk TKA tanpa dokumen lengkap keluar dari Aceh. Sementara satu orang yang dinyatakan ilegal, langsung di deportasi ke Negera asalnya.
“Sabtu sore Disnaker akan memastikan bahwa seluruh TKA harus keluar dari Aceh paling telat Pukul 18:00 WIB,” kata Wiratmadinata.


Jika para TKA ini tetap tidak mengindahkan permintaan itu, lanjut Wira, maka pihak Pemerintah Aceh akan mengambil tindakan tegas. Proses keluarnya para TKA itu juga jadi tanggung jawab perusahaan. Selanjutnya tugas pihak Imigrasi untuk memutuskan apakah mereka akan di deportasi keseluruhan atau hal lainnya.
“Pihak perusahaan tidak kooperatif, semuanya (TKA) dikeluarkan dari Aceh,” sebutnya.


Sementara itu, menurut Rahmat Raden, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Pemprov Aceh sudah memberi kesempatan untuk 26 orang TKA memperbaiki dokumen.

Sementara sisanya diminta keluar dulu dari wilayah Aceh.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, mereka tidak mengindahkan permintaan tersebut. Pemprov Aceh akhirnya mengambil tindakan tegas dan memberi waktu mereka untuk meninggalkan Aceh dengan batas waktu pukul 18.00 WIB, Sabtu (19/1/2019).
"Nah, kita mintalah semuanya keluar dulu dari Aceh. Dan limit waktu kita kasih jam 6 sore. Nanti ada dari Dinas Tenaga Kerja mantau ke PT Lafarge dan juga ke


BERITA TERKAIT