Inilah Tiga Keputusan Penting Konggres PSSI di Bali | Berita Terbaru Hari ini

Close

Inilah Tiga Keputusan Penting Konggres PSSI di Bali

  • 2019-01-20 penulis : junaedi
  • dibaca :1688
Inilah Tiga Keputusan Penting Konggres PSSI di Bali Plt Ketua Umum PSSI Djoko Drijono Hasil Konggres Tahunan Bali.(dok.cnn-indonesia)

Klikapa.com-BALI - Ada tiga keputusan penting di Konges Tahunan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1).

Ketiga keputusan itu adalah resmi menentukan kick-off kompetisi Liga 1 2019 yang akan dimulai pada awal Mei 2019. 

PSSI membentuk Komite Ad Hoc Integrity guna memerangi masalah pengaturan skor yang tengah menyelimuti sepak bola Indonesia.

Dan keputusan yang sangat penting adalah menerima  Keputusan Ketua Umum Edy Rahmayadi yang mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI terkait dirinya yang kini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara . Jabatan itu kini disandang Joko Drijono sebagai Plt. Ketua Umum PSSI.

Ketua Plt PSSI, Joko Driyono, menjelaskan kompetisi Liga 1 tahun ini bakal dimulai setelah pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pemilihan tersebut bergulir pada 17 April 2019.

"Agenda event 2019 khusunya Liga 1 dan 2, ditetapkan kick off paling cepat 1 Mei dan paling lambat 8 Mei. [Patokan tanggal Liga 1] ini diikuti Liga 2. Nanti digodok PT LIB [Liga Indonesia Baru] lewat RUPS [Rapat Umum Pemegang Saham] paling lambat dua pekan setelah ini [kongres tahunan PSSI]," ujar Joko dalam konferensi pers kepada para awak media.

Menurut Joko jalannya kongres sebagaimana agenda yang ditetapkan dan usulan para pemilik suara diawali dengan menyetujui laporan aktivitas dan keuangan PSSI. 

Kongres Tahunan ini juga mendengarkan paparan program PSSI 2019 beserta anggaran, juga penyampaian PT LIB dan Federasi Futsal Indonesia tentang aktivitas 2018 maupun program 2019. 

"Kongres juga mendukung keputusan Exco tentang terbentuknya Komite Ad Hoc Integrity. PSSI perlu mengatur struktur, bukti, dan lini waktu [Komite Ad Hoc Integrity]. Komite ini dipimpin Bapak Ahmad Riyadh dan Azwan Karim," ucap Joko.

Komite Ad Hoc Integrity ii diharapkan bisa membangun sinergi khusus dengan pihak kepolisian. Seperti FIFA yang bersinergi dengan Interpol agar cita-cita melindungi sepak bola bisa terpenuhi.

"Paling


BERITA TERKAIT