Reklamasi Teluk Benoa Diprotes Masyarakat Desa Adat Kuta | Berita Terbaru Hari ini

Close

Reklamasi Teluk Benoa Diprotes Masyarakat Desa Adat Kuta

  • 2019-01-20
  • Editor :goly
  • dibaca :1508
Reklamasi Teluk Benoa Diprotes Masyarakat Desa Adat Kuta Baliho menolak reklamasi Teluk Benoa, menuntut pembatalan Perpres Nomor 51 Tahun 2014

Klikapa.com-DENPASAR - Secara serentak masyarakat yang berada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, kembali melakukan aksi pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa. Aksi pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dilakukan oleh Masyarakat Desa Adat Kuta, melalui organisasi Jaringan Kuta Bergerak (Jangkar). Hal ini sebagai bentuk protes terhadap izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang baru diterbitkan Menteri Susi Pudjiastuti.


Di tempat berbeda, masyarakat yang berada di daerah Renon, tergabung dalam komunitas Semeton Citarum, Denpasar, ikut mendirikan baliho menolak reklamasi. Baliho itu dipasang di perempatan Jalan Tukad Citarum - Jalan Tukad Barito berukuran 3 x 3 meter. Baliho tersebut didirikan oleh komunitas Semeton Citarum Minggu (20/1) sekitar pukul 17.00 Wita.


Koordinator pemasangan baliho, I Made Sukardiana mengungkapkan, bahwa Semeton Citarum siap berada dibarisan depan dalam babak baru perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa.
“Kami akan berada di barisan depan bersama semeton Bali lainnya, untuk menolak reklamasi Teluk Benoa, menuntut pembatalan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 agar tidak ada lagi peluang mengurug Teluk Benoa,” ujar Sukardiana, Minggu (20/1).


Di Kuta, pemasangan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang berukuran 3x4 meter, dilakukan di perempatan Kantor Lurah Kuta sekitar pukul 18.00 Wita.


Pemasanagan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa dilakukan pada perempatan Kantor Lurah Kuta, karena lokasi perempatan yang sangat strategis, sehingga bisa dilihat oleh para pengguna jalan yang melewati Perempatan Kantor Lurah.


Koordinator Jangkar Kuta, I Kadek Arnawa menjelaskan, pemasangan baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa oleh Desa Adat Kuta sebagai bentuk protes terhadap Izin Lokasi reklamsi Teluk Benoa yang baru diterbitkan oleh Menteri Susi Pudjiastuti, sehingga Teluk Benoa kembali terancam reklamasi.
“Selama Teluk Benoa masih terancam upaya-upaya reklamasi, kami Jaringan Kuta Bergerak selalu berjuang bersama warga Adat Kuta untuk melawan rencana busuk tersebut”, tegasnya.


Arnawa pun


BERITA TERKAIT

close