Jokowi Borong Sabun Cuci Rp2 Miliar, Sumber Uangnya Dipertanyakan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp2 Miliar, Sumber Uangnya Dipertanyakan

  • 2019-01-22
  • Editor :goly
  • dibaca :2271
Jokowi Borong Sabun Cuci Rp2 Miliar, Sumber Uangnya Dipertanyakan Eli Liawati warga Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut, yang memproduksi sabun cuci

Klikapa.com-GARUT - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, meminta Presiden Jokowi mempertanggungjawabkan sumber uang Rp 2 miliar yang digunakan untuk memborong 100 sabun cuci piring, saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2019). Menurutnya, sebagai pejabat negara, Jokowi harus menjelaskan sumber dan pajak dari uang tersebut.


"Yang penting pertanggungjawaban uangnya saja, karena pejabat negara kan uangnya harus dipertanggungjawabkan. Pajaknya dari mana, sumber uangnya dari mana?” kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Fahri Hamzah menilai, kejelasan dari uang tersebut diperlukan agar tak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, terutama di tahun politik seperti ini.


Kata Fahri Hamzah, Jokowi harus mengumumkan apakah uang tersebut menggunakan kas negara atau bagian dari alokasi anggaran tim kampanye pemenanganannya sebagai calon presiden nomor urut 01 itu.
“Uang dari siapa? Kecuali kalau dia bilang itu uang dari tim sukses, ya masukin itu ke anggaran tim sukses,” ucap Fahri Hamzah.


Diberitakan sebelumnya, saat menghadiri acara Program Keluarga Harapan (PKH) di gedung Serbaguna Mandala, Garut, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Joko Widodo memborong sabun cuci piring dengan nilai Rp 2 miliar.


Sebelum masuk ke ruang acara utama, Jokowi dan Ibu Negara melihat-lihat produk usaha yang dilakukan oleh ibu-ibu penerima PKH. Di sini, Presiden tertarik kepada produk sabun cuci piring dengan merek 'Sabun Cuci Padawangi'.


Produk tersebut diproduksi oleh Eli Liawati yang juga merupakan penerima PKH dari Desa Padahurip, Banjarwangi. Ia menceritakan, presiden membeli produk sabun cuci piring sebanyak 100 ribu botol dengan harga Rp 20 ribu per botol.
"Nilai semuanya Rp 2 miliar, saya enggak tahu (buat apa presiden beli sebanyak itu)," ucap Eli dengan wajah yang penuh kesenangan.


sumber: tribunnews.com


BERITA TERKAIT