Miris, SDN di Kabupaten Malang ini Hanya Ada 2 Guru | Berita Terbaru Hari ini

Close

Miris, SDN di Kabupaten Malang ini Hanya Ada 2 Guru

Miris, SDN di Kabupaten Malang ini Hanya Ada 2 Guru Suasana pembelajaan para siswa SDN Dadapan 03, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Nasikan.


Nasikan menambahkan, lima GTT tersebut memang terbilang jarang sekali aktif mengajar. Parahnya, satu diantara mereka sudah mengabdi sejak 2004 lalu. Lantaran tidak ada kepastian, dan terhimpit kebutuhan demi menghidupi keluarganya masing-masing. Dua orang GTT memutuskan untuk kerja sambilan berupa berkebun, dan beberapa pekerjaan serabutan lainnya. Sedangkan seorang lainnya memilih untuk banting stir menjadi tenaga kerja luar negeri. Sisanya, seorang lagi lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan ditempatkan di instansi lain.


“Informasinya dari lima GTT, satu diantaranya ada yang hendak diangkat setelah mengabdi 14 tahun. Mungkin bulan Februari SK (Surat Keputusan) nya keluar. Sepanjang 14 tahun selama jadi GTT, suaminya memutuskan untuk jadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke Malaysia, demi menutup kebutuhan dari penghasilan menjadi GTT yang pas-pasan,” imbuh kepala sekolah yang sudah mengabdi di SDN Dadapan 03 sejak enam tahun silam ini.


Mengalami kejadian miris seperti ini, membuat sang kepala sekolah mencari berbagai opsi. Tepatnya, sekitar enam bulan lalu, pihaknya sempat berkeluh kesah ke Pemerintah serta instansi terkait di Kabupaten Malang.


“Saat itu katanya mau ditindak lanjuti, bahkan rencananya mau ditutup dan dipindah karena minimnya siswa dan pengajar. Tapi hingga saat ini tidak ada kepastian, saya juga sudah menempuh banyak hal untuk mempertahankan sekolah ini, kasian siswa kami,” celetuk Nasikan.


Hingga saat ini, Nasikan hanya bisa berharap ada tindak lanjut dari pemerintah. Selain berusaha mencari solusi. Pihaknya saat ini hanya fokus pada dua GTT yang kerja serabutan tersebut. Sebab hanya dua orang itulah yang bisa meringankan kinerja jumlah pengajar yang terbatas selama ini.


“Satu sudah diangkat, satunya sudah lolos CPNS, satunya jadi TKI. Hanya tersisa dua orang GTT yang kerja serabutan itulah, yang bisa kami harapkan. Semoga pemerintah lekas memberi kepastian kepada para GTT yang ada di Kabupaten Malang. Jangan hanya janji saja,” ujarnya.


Demi kegiatan pembelajaran yang efektif. Nasikan turut melibatkan anak kandungnya, untuk mengajar para siswa. Walaupun hanya bisa mengajar beberapa hari saja dalam seminggu, tapi setidaknya para anak didik SDN Dadapan 03, masih bisa mengenyam pendidikan.


“Sementara ini, anak saya juga ikut mengajar. Namun sebisanya, sebab yang bersangkutan juga masih kuliah. Ini belum lulus, jadi kalau longgar dari perkuliahan dia (anaknya) saya suruh ngajar,” pungkasnya.


BERITA TERKAIT

close