Abu Bakar Ba'asyir Batal Dibebaskan, Moeldoko: Persyaratan Harus Dilaksanakan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Abu Bakar Ba'asyir Batal Dibebaskan, Moeldoko: Persyaratan Harus Dilaksanakan

  • 2019-01-23 penulis : Goly Suyono
  • Editor :goly
  • dibaca :1308
Abu Bakar Ba'asyir Batal Dibebaskan, Moeldoko: Persyaratan Harus Dilaksanakan Abu Bakar Ba’asyir

Klikapa.com-JAKARTA - Pengacara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas yang diberikan Presiden, terkait rencana pemberian pembebasan bersyarat kepada Abu Bakar Ba’asyir. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan dibatalkan pembebasan Ba’asyir kepada pemerintah dalam hal ini Kemenko Polhukam dan Kementerian Hukum dan HAM.


“Yang penting bagi saya adalah, tugas yang diberikan Presiden sudah saya laksanakan. Bahwa kemudian ada perkembangan dan kebijakan baru dari Pemerintah, maka saya kembalikan segala sesuatunya kepada Pemerintah,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Selasa (22/1) malam.


Yusril berharap, setelah nantinya melakukan kajian, pemerintah dapat memberikan keputusan yang terbaik bagi pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) tersebut.
“Marilah kita tunggu perkembangan selanjutnya. Semoga ada keputusan yang terbaik bagi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, dan bagi kita bangsa Indonesia seluruhnya,” ujarYusril.


Diketahui, rencana pembebasan Ba’asyir didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan karena usianya yang sudah lanjut (81 tahun) dan kondisi kesehatannya yang semakin menurun.
Lebih lanjut dikatakan Yusril, setelah menelaah dengan sesama isi Undang-undang (UU) No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2006 dan PP No. 99 Tahun 2012 terkait dengan pembebasan bersyarat (PB).


Jadi, lanjut Yusril, bahwa segala pertimbangan terkait peraturan perundang-undangan dan PP telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dan hasil pembicaraan dengan Abu Bakar Ba’asyir di Lapas Gunung Sindur juga sudah dilaporkan ke Jokowi.


“Bahwa kemudian ada perkembangan baru di internal Pemerintah setelah rapat koordinasi di Kantor Menko Polhukam dan statement (pernyataan) Pak Wiranto yang akan mengkaji ulang dan mempertimbangkan kembali pembebasan Abu Bakar Ba’asyir,” ucapnya.


Yusril mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Pemerintah yang harus dihormati.


Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan bahwa persyaratan Pembebasan Bersyarat (PB) harus dipenuhi Abu Bakar Ba’asyir, yang tidak bisa dinegosiasikan, karena itu merupakan syarat


BERITA TERKAIT