Waspada! Ini Peringatan BMKG Sepekan ke Depan, Angin Kencang dan Bencana Hidrologi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Waspada! Ini Peringatan BMKG Sepekan ke Depan, Angin Kencang dan Bencana Hidrologi

Waspada! Ini Peringatan BMKG Sepekan ke Depan, Angin Kencang dan Bencana Hidrologi Sejumlah pohon dan tiang listrik ambruk akibat angin kencang yang menimpa Malang dan sekitarnya.(firman)

Klikapa.com-MALANG - Hembusan angin kencang yang terjadi di Malang sejak Selasa (22/1) malam hingga Rabu (23/1) diprediksi BMKG masih akan terjadi hingga pekan depan.

Fenomena alam ini terjadi karena adanya hembusan angin Monsun yang berkecepatan 45 – 57,6 KM /jam. Ini merupakan angin ribut yang jauh dari kecepatan normal sekitar 10 Km per jam. 

Menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Karangploso, Anung Suprayitno, penyebab angin kencang ini karena adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon di selatan Jawa Timur.

"Adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon ini mengakibatkan tarikan angin dingin Monsun Asia sangat kuat. Kondisi itu yang berpotensi terjadi hujan lebat dan angin kencang,"  katanya.

Anung menguraikan adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon ini berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada Selasa (22/1) lalu.  

"Dari siaran pers yang dikirimkan BMKG pusat hasil analisis tersebut  terpantau masih terdapat aliran masa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, dan beberapa wilayah di Indonesia,” jelasnya. 

“Bersamaan, juga  masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia. Sehingga menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi, " katanya.

Seiring dengan adanya fenomena alam tersebut, Anung mengimbau masyaraka agar tetap waspada dan siaga. Terlebih saat ini sudah masuk masa puncak musim hujan.

Menurut dia dampak dari curah hujan tinggi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Bukan itu saja, imbauan juga diberikan kepada nelayan dan masyarakat di pesisir pantai. Dimana fenomena alam saat ini berpotensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter.(ira/van)


BERITA TERKAIT

close