Gaji Guru Honorer akan Disetarakan UMR | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gaji Guru Honorer akan Disetarakan UMR

  • 2019-01-24 penulis : junaedi
  • dibaca :1729
Gaji Guru Honorer akan Disetarakan UMR ilustrasi.(ist)

Klikapa.com-JAKARTA - Pemerintah melaui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Keuangan mulai mengkaji gaji guru honorer dengan standar upah minimum regional (UMR).

Mendikbud Muhadjir Effendy menyebut Menteri keuangan Sri Mulyani sudah memahami mengenai pentingnya hal itu.

"Kan masih dirapatkan Kemendikbud dengan Kementerian Keuangan. Tapi intinya Ibu Menteri Keuangan sudah sangat memahami," ucap Muhadjir kepada wartawan, Rabu (23/1). 

Selama ini gaji guru honorer diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena itu, gaji yang diterima tidak banyak dan dibatasi.  Sehingga, jika guru pengganti tidak mendapatkan tambahan dari pemerintah daerah setempat, gaji yang akan diterima kecil. 

Selain itu, soal penerimaan pegawai, guru honorer bisa mengikuti tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Untuk jumlah berapa orang yang akan diangkat, akan diputuskan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). 

"Dikbud hanya kebagian penyaji data karena kebetulan honorer sebagian besar guru. Bola sekarang ada di Kementerian PAN-RB," terang Muhadjir. 

Pemerintah juga, menurut Muhadjir, sudah memperhatikan kesejahteraan guru. Termasuk untuk guru yang berada di daerah terpencil dan tertinggal. 

"Kan ada tunjangan khusus, ada tunjangan kemahalan, tunjangan daerah terpencil. Banyak tunjangan kita," tambahnya. 

Ikhwal guru di daerah terpencil, Kemendikbud pun masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Tunjangan akan disesuaikan dengan harga bahan kebutuhan pokok di daerah tersebut. 

"Sudah (cukup). Tadi juga kita sudah bicara dengan Ibu Menteri Keuangan, perlu ada tunjangan kemahalan yang di wilayah yang tingkat nilai mata uang rupiah bervariasi. Itu perimbangan juga, termasuk juga BOS, akan kita ubah juga, nanti ada tim Kemendikbud dan Kementerian Keuangan untuk membahas itu," ucap Muhadjir.


BERITA TERKAIT