KPK Periksa Menpora Imam Nahrawi | Berita Terbaru Hari ini

Close

KPK Periksa Menpora Imam Nahrawi

  • 2019-01-24
  • Editor :goly
  • dibaca :2132
KPK Periksa Menpora Imam Nahrawi Menpora Imam Nahrawi penuhi panggilan penyidik KPK, Kamis (24/1/2019).

Klikapa.com-JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Imam tiba di Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/1), pada pukul 10.11 WIB.
"Saya harus memenuhi pemanggilan sebagai saksi, kemarin sore suratnya saya terima," ujar Imam singkat.


Peyidik KPK akan memeriksa Menpora Imam, terkait penyidikan kasus suap dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Nama Imam Nahrawi disebut-sebut mengetahui proses pembahasan dana hibah Kemenpora KONI yang berujung suap.


Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa staf pribadi Menpora, Miftahul Ulum, serta menggeledah ruang kerja Imam Nahrawi. Bahkan, dari penggeledahan di ruang kerja Imam, KPK mengamankan sejumlah dokumen berkaitan dengan kasus tersebut. KPK mengungkap kasus suap dana hibah Kemenpora untuk KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT).


Dari operasi senyap itu, KPK menetapkan lima tersangka, tiga diantaranya merupakan penerima suap. Mereka adalah Deputi IV Kemenpora, Mulyana, PPK Kemenpora, Adhi Purnama dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto. Adapun sebagai pihak diduga pemberi suap adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhoni E Awuy.


Alat bukti yang diamankan berupa uang tunai senilai Rp. 318 juta, buku tabungan dan ATM dengan saldo sekitar Rp. 100 juta, satu unit mobil Chevrolet dan bingkisan uang tunai di KONI senilai Rp. 7 miliar.


Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, bahwa Imam Nahrawi akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.


Febri menekankan, dana hibah dari Kemenpora tersebut dialokasikan KONI untuk penyusunan instrumen dan pengelolaan database berbasis android bagi atlet berprestasi, serta pelatih berprestasi multi event internasional. Lalu, penyusunan instrumen evaluasi hasil monitoring dan evaluasi atlet berprestasi menuju SEA Games 2019.


"Selain itu untuk penyusunan buku-buku pendukung Wasping Peningkatan


BERITA TERKAIT