Ini Penampakan Jambret yang Tewaskan Korbannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ini Penampakan Jambret yang Tewaskan Korbannya

  • 2019-01-25 penulis : junaedi
  • dibaca :2203
Ini Penampakan Jambret yang Tewaskan Korbannya Tersangka Riyono dan Sukur Waras tersangka pelaku jambret yang menewaskan korbannya di Beji, Pasuruan.(dok.radarbromo)

Klikapa.com-PASURUAN – Dua orang pelaku jambret yang menewaskan korbannya berhasil ditangkap polisi. Mereka adalah  Riyono, 40, dan Sukur Waras, 24. Kedua warga warga Desa Candibinangun, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ini sedang dalam pemeriksaan. 

Menurut Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana, kedua pelaku ini ditangkap di rumahnya masing-masing. Yang lebih dulu ditangkap adalah Sukur Waras. Dari pengakuannya, polisi lanjut menangkap Riyono. 

“Jadi kedua pelaku ini spesialis jambret tas. Sementara yang sudah diakui ada empat TKP, Kami masih kami kembangkan lagi,” terangnya, Jumat (25/1).

Terakhir, mereka melakukan kejahatan jambret yang mengakibatkan satu dari dua orang korbannya meninggal. Kejadiannya 30 Desember 2018. Korbannya Geby Yulinda, 15, dan Asmita, 22. 

Saat itu korban baru saja mengambil uang di ATM yang ada di Plaza Bangil. Usai dari ATM, Geby dan Asmita yang memiliki hubungan adik dan kakak ipar berboncengan motor, hendak pulang ke Dusun Karangkepuh, Desa/Kecamatan Beji.

Di tengah perjalanan, tas milik Asmita dijambret kedua pelaku. Namun Geby dan Asmita mengejar kedua pelaku. Sampai kemudian petaka terjadi. Salah satu pelaku menendang motor yang dikemudikan Geby dan Asmita. 

Akibatnya, keduanya terjatuh. Nahas bagi Asmita. Dia meregang nyawa, karena luka parah usai terjatuh. 

Dalam pemeriksaan, mereka juga mengaku pelaku di tiga TKP penjambretan lain. Yakni di Purwosari pada Juli dan September 2018 serta di Sukorejo, Desember 2018 lalu.

Sementara, pengakuan mereka kepada polisi, kaget setelah mengetahui korbannya meninggal. Itu diketahui lewat Facebook (FB). 

“Saya gak tahu, tapi pas beberapa hari buka Facebook baru tahu. Saya cocokan dengan waktu dan tempat, ternyata korban meninggal,” terangnya.

Mereka mengaku menyesal, namun mereka juga tidak mengelak jika harus menjambret karena kepepet dan butuh uang. Riyono alias Peno ini mengaku kerjaan sehari-hari adalah sebagai penjual tape. 

Dia mengaku butuh uang untuk biaya anak sekolah. Sedangkan Sukur yang pengangguran yang mengaku menjambret


BERITA TERKAIT

close