Satgas Anti Mafia Bola Ungkap Ada Transfer Rp115 Juta dari Vigit ke Mantan Anggota Komdis PSSI | Berita Terbaru Hari ini

Close

Satgas Anti Mafia Bola Ungkap Ada Transfer Rp115 Juta dari Vigit ke Mantan Anggota Komdis PSSI

  • 2019-01-25 penulis : junaedi
  • dibaca :1806
Satgas Anti Mafia Bola Ungkap Ada Transfer Rp115 Juta dari Vigit ke Mantan Anggota Komdis PSSI Vigit Waluyo, mengaku telah membayar upeti atau sejumlah uang kepada Komisi Wasit untuk melindungi klubnya PS Mojokerto Putra..(dok.cnn-indonesia)

Klikapa.com-JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan  Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri menemukan jejak pengiriman uang sebesar Rp115 juta dari  Vigit Waluyo (VW) ke mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto (DI) alias Mbah Putih.

Menurut Dedi, uang itu dikirim dalam rangka meminta bantuan untuk meloloskan PS Mojokerto Putra ke Liga 1.

"Dari hasil pemeriksaan, VW telah mentransfer sejumlah uang kepada tersangka DI, total uang yang diterima Rp115 juta," kata Dedi kepada media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/1).

Diterangkan, Vigit mengirimkan uang senilai Rp115 juta itu ke Mbah Putih dalam tiga tahapan. Pertama, uang sebesar Rp50 sebagai panjar. Selanjutnya, mengirim sebesar Rp25 juta dan Rp40 juta.

Sebelumnya, Vigit mengaku telah membayar upeti atau sejumlah uang kepada Komisi Wasit untuk melindungi klubnya PS Mojokerto Putra.

Kali ini Vigit mengakui transaksi antara klubnya, PS Mojokerto Putra (MP) dengan oknum Komisi Wasit PSSI, agar bisa mengendalikan wasit yang memimpin dalam tiap pertandingan.

Ia pun mengaku memberikan sejumlah upeti berupa uang kepada wasit di tiap pertandingan. Hal itu dilakukannya agar wasit lebih berpihak kepada timnya. 

"Kalau untuk wasitnya kami beri bervariasi, ada yang Rp25 hingga Rp 30 juta, dan ada juga yang kami tekan," kata Vigit dalam pemeriksaannya di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (24/1).

Terkait itu, Satgas Anti Mafia Bola Polri akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pengungkapan kasus dugaan pengaturan skor yang terjadi di sejumlah pertandingan.

Langkah ini ditempuh untuk menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang berperan sebagai aktor pengaturan skor pertandingan sepak bola.

"Penyidik akan melakukan koordinasi terhadap PPATK karena tidak menutup kemungkinan ada perbuatan melanggar hukum yang mengarah kepada tindak pidana pencucian uang," kata Dedi.

Lebih dari itu, disebutkan Satgas


BERITA TERKAIT

close