Bertahan Di Depan Istana Menunggu Jawaban Presiden Jokowi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Bertahan Di Depan Istana Menunggu Jawaban Presiden Jokowi

  • 26-01-2019
  • Editor :goly
  • dibaca :8704
Bertahan Di Depan Istana Menunggu Jawaban Presiden Jokowi Buruh Sopir Tangki bersama keluarganya Bertahan Di Depan Istana.

Klikapa.com-JAKARTA - Aksi SP-AMT (Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki ) Pertamina, sudah hampir sebulan menggelar aksi. Mereka pernah menginap di depan kantor Kementerian BUMN dan depan Istana Negara. Aksi kubur diri dan aksi obar kerap dilakukan, baik di lokasi aksi maupun di poski di dekat Depo Plumpang.


Aksi SP-AMT Pertamina menyuarakan empat tuntutan:
Pertama, dipekerjakan kembali sebagai buruh tetap PT Pertamina Parta Niaga dan PT. Elnusa Petrofin.
Kedua, pembayaran upah lembur selama ini yang belum dibayarkan.
Ketiga, pembayaran upah proses selama 19 bulan di-PHK ilegal.
Keempat, pensiun bagi AMT yang sudah masuk usia pensiun, dan kompensasi bagi keluarga AMT yang suaminya telah meninggal selama PHK ilegal.


Sabtu (26/1), ratusan buruh sopir tangki Patra Niaga Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) masih bertahan di depan Istana Negara Jakarta. Mereka kembali menduduki Istana, karena kasus pemberhetian mereka secara sepihak yang dijanjikan diselesaikan pekan kemarin, hingga saat ini belum juga tuntas.


"Hari ini sopir tangki tetap bersama anak dan istrinya menunggu jawaban pasti dari pemerintah, yakni bapak Presiden Jokowi," kata Ariswiyono, salah seorang yang menjadi korban pemecatan, Sabtu (26/1).


Anak perusahan BUMN Pertamina, yaitu Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin, belum juga dipanggil oleh pihak Istana guna membereskan persoalan.
"Justru hari ini muncul di banyak media, bahwasanya salah satu vendor dari Patra Niaga yakni PT GUN (Garda Utama Nasional ) membuka lowongan pekerjaan bagi 1.095 awak mobil tangki yang telah di-PHK sepihak lewat SMS," jelas Ariswiyono.


Menurutnya, ini adalah bentuk pembohongan publik serta pembohongan terhadap pemerintah yang dilakukan oleh anak perusahaan BUMN ini, guna menutupi kebobrokan mereka.
Pasalnya, para awak mobil tangki mempunyai bukti-bukti kuat bahwa mereka adalah karyawan Pertamina Patra Niaga bukan karyawan PT Garda Utama Nasional (GUN).


BERITA LAINNYA:


BERITA TERKAIT