Ojek Online Dilarang Masuk Kampus Universitas Brawijaya Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ojek Online Dilarang Masuk Kampus Universitas Brawijaya Malang

  • 2019-01-27
  • Editor :goly
  • dibaca :3763
Ojek Online Dilarang Masuk Kampus Universitas Brawijaya Malang Ilustrasi Ojek Online

Klikapa.com-MALANG - Sebagai salah satu upaya untuk menjaga keamanan kampus, Universitas Brawijaya Malang akan memberlakukan aturan baru, yakni menutup akses jalan bagi pengantar maupun penjemput mahasiswa yang masuk ke kampus.


"Para penjemput dan pengantar termasuk ojek online hanya diperbolehkan menurunkan dan mengangkut penumpang di depan pintu masuk UB, mereka tidak boleh masuk area kampus," kata Rosadah Agustin Syarif, Kepala Bagian Umum, Hukum, dan Tata Laksana UB Malang.


Menurut Rosadah, mulai 28 Januari, pihak kampus akan memberikan stiker bagi warga UB maupun tamu yang berkunjung ke UB.
"Warga Brawijaya, termasuk mahasiswa, wajib memasang stiker di masing-masing kendaraannya. Sementara tamu yang berkunjung ke UB harus meminta kartu tanda masuk pada petugas keamanan kampus yang berjaga di pintu gerbang," tuturnya.


Rosadah menambahkan, alasan pemasangan stiker ini juga sebagai upaya untuk menjaga keamanan kampus. Pasalnya, seringkali warga UB mengeluh kehilangan sepeda motor ataupun barang lain.
"Jangan sampai UB menjadi jalan umum, apalagi dijadikan pangkalan ojek. Sebagai solusinya pihak kampus mencarikan jalan keluar dengan menyediakan mobil jemputan di tiga titik," ungkap dia.


Kebijakan baru ini telah disosialisasikan sejak dua minggu lalu, melalui pemasangan spanduk di sudut kampus.
"Kami menghimbau kepada seluruh warga UB termasuk mahasiswa mengambil stiker di fakultas masing-masing," tandasnya.


Sementara itu, salah seorang driver ojek online yang sering mengangkut penumpang di UB, Anwar Purnomo menilai, adanya aturan baru dari kampus terhadap larangan ojek online masuk kampus, bukanlah menjadi masalah dan dianggap tidak merugikan.


"Kami tidak masalah justru yang kasihan para mahasiswa. Karena mereka harus berjalan jauh menuju kampus ketika menggunakan jasa ojek online," tuturnya.


BERITA TERKAIT