Per Hari Ini WhatsApp Batasi Worfard Message hanya Lima Kali | Berita Terbaru Hari ini

Close

Per Hari Ini WhatsApp Batasi Worfard Message hanya Lima Kali

  • 2019-01-27 penulis : junaedi
  • dibaca :7471
Per Hari Ini WhatsApp Batasi Worfard Message hanya Lima Kali ilustrasi.(ist)

Klikapa.com-JAKARTA - Anda pengguna WhatsApp dan biasa melekukan copas alias meneruskan pesan (forward message)? Bersiaplah tak nyaman lagi. Pasalnya, aplikasi ini kini membatasinya. Maksimal pengguna hanya bisa melakukan forward massaage ke lima pengguna atau grup lainnya.

Fitur baru ini sudah berlaku sejak Sabtu (26/1). Namun hanya berlaku untuk pengguna Android yang telah memperbarui WhatsApp menjadi versi 2.19.17.

Namun fitur ini belum tersedia untuk pengguna iOS dan WhatsApp Web. Pembaruan aplikasi belum tersedia sehingga pengguna iOs dan WhatsApp Web masih bisa meneruskan pesan hingga 20 kali.

Dikutip dari cnnn-indonesia, penerapan pembatasan pesan ini sejatinya mulai diberlakukan pada Selasa (22/1) pukul 12.00 WIB, namun tertunda dengan alasan yang tak dijelaskan.

WhatsApp sebelumnya memutuskan untuk menentukan batas maksimal penerusan pesan maksimal lima pengguna. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan hasil pembatasan penerusan pesan yang sudah dilakukan di India sejak pertengahan 2018 lalu.

Pembatasan pesan ini diharapkan bisa mengurangi 25 persen peredaran informasi hoaks.

Sebelumnya, Word Global Influencer dari empat negara telah melakukan pembahasan dengan pihak WhatsApp untuk mewujudkan langkah penyebaran hoaks. Keempat negara ini adalah Brasil, India, Meksiko dan Indonesia. 

Kebijakan WhatsApp untuk membatasi penerusan pesan ini pertama kali diberlakukan di India akibat dampak negatif yang sangat parah. Bahkan penyebaran hoaks ini memakan korban jiwa. 

Seorang pria bernama Mohammad Azam pada Juli 2018 tewas dihakimi 2 ribu orang karena rumor hoaks bahwa dia mengincar anak-anak. 

Menurut kepolisian setempat Azam hanya menawarkan cokelat untuk anak-anak di daerah tersebut. Rumor penculikan anak membuat tindak kekerasan dan pembunuhan itu terjadi. Tindakan ini masih terus terjadi dua minggu lalu, tak lama setelah WhatsApp meluncurkan beberapa fitur pencegah hoaks.

sumber:cnnindonesia

BERITA TERKAIT