Polisi dan PT Pos Indonesia Stop Distribusi 'Indonesia Barokah' | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polisi dan PT Pos Indonesia Stop Distribusi 'Indonesia Barokah'

  • 2019-01-29 penulis : junaedi
  • dibaca :879
Polisi dan PT Pos Indonesia Stop Distribusi 'Indonesia Barokah' Peredaran tabloid Indonesia Barokah yang juga ditemukan di Kota Batu, Jawa Timur.(kerisdianto)

Klikapa.com-JAKARTA - Kepolisian mengaku telah bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk menghentikan sementara pendistribusian tabloid Indonesia Barokah. Hal itu dilakukan menyusul keresahan masyarakat dan hasil kajian Dewan Pers.

"Pendistribusian tabloid Indonesia Barokah, baik yang ada di pondok pesantren, masjid yang ada di Jabar, Jateng dan Jatim sudah kami hentikan dengan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. PT Pos Indonesia sudah sepakat di-hold (ditahan) kepada alamat-alamat yang sudah dituju," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetio di Mabes Polri, Senin (28/1).

Selain itu, kata Dedi, tabloit yang terlanjur sudah didistribusikan, polisi melakukan imbauan kepada para pengurus masjid maupun pondok pesantren untuk tidak disebarluaskan.

"Semuanya di-hold dulu sehingga tidak ada pendistribusian, kan nanti akan multi interpretasi dari masyarakat, jadi kita sudah mengambil langkah-langkah progresif," ujarnya.

Terkait berita soal dalang di balik majalah Indonesia Barokah yang berasal dari kubu Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Dedi mengaku belum menerima laporan mengenai hal itu.

"Belum ada laporan secara spesifik mengenai itu. Iitu perlu pengkajian secara komprehensif," jelasnya.

Diterangkan, jajarannya perlu melakukan kajian yang mendalam untuk memutuskan siapa orang yang bertanggungjawab terhadap terbitnya majalah Indonesia Barokah.

Dalam hal ini, polisi bekerjasama dengan para ahli bahasa dan ahli hukum pidana untuk mengkaji narasi yang disampaikan oleh majalah Indonesia Barokah, untuk melihat apakah ada unsur pidana atau tidak.

Dedi juga menegaskan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menyampaikan bahwa tidak ada unsur black campaign ataupun pelanggaran pidana pemilu yang ada di majalah Indonesia Barokah.

Konten di dalam Indonesia Barokah memiliki tendensi terhadap Prabowo-Sandi. Salah satunya headline 'Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?'. Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi telah mengadukannya ke Dewan Pers dan kepolisian.

Dewan pers pun sebelumnya juga telah mengkaji, konten tabloit ini bukan produk jurnalistik sehingga memberikan ruang kepada polisi untuk mengusutnya.


BERITA TERKAIT