Nyalakan Api Dapur Ditinggal Tidur, Pria Ini Tewas Terpanggang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Nyalakan Api Dapur Ditinggal Tidur, Pria Ini Tewas Terpanggang

  • 2019-01-29 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3727
Nyalakan Api Dapur Ditinggal Tidur,  Pria Ini Tewas Terpanggang Petugas Polsek Dampit ketika melakukan olah TKP lokasi kebakaran yang menyebabkan seorang tewas terpanggang dalam kamar.

Klikapa.com-MALANG - Nahas dialami Sugiono, 48, warga  Dusun Krajan Desa Jambangan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Terjebak saat rumahnya terbakar, pria ini tewas terpanggang, Selasa (29/1). 


Korban dikenali anak dari rumah Mbok Tuginah, 66, pemilik rumah. Ia terjebak tidak bisa menyelamatkan diri saat rumah terbakar, ia sedang tidur. 


"Sugiono terbakar karena saat kebakaran berada di dalam kamar. Ia sedang tidur di kamar dekat ruang dapur," kata Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi, saat di TKP.

Saat peristiwa ini terjadi, korban memang tinggal di rumah ini bersama ibunya, Mbok Tuginah serta adik-adiknya. Saat kejadian Mbok Tuginah dan adik-adik korban, pergi bekerja ke sawah. 

Sedangkan korban yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan, tinggal di rumah sendirian.

Diduga, sebelum kejadian, Sugiono membakar kayu tungku di ruang dapur. Usai menyalakan api, Sugiono masuk kamar untuk tidur.

Saat itulah, api membesar lantas menyulut ke bangunan yang terbuat dari kayu hingga mengakibat kebakaran. Korban yang terjebak di dalam kamar tidak bisa menyelamatkan diri. Sugiono tewas terpanggang.

Peristiwa ini baru diketahui oleh salah satu warga sekitar yang melihat ada kepulan asap tebal keluar dari rumah Mbok Tuginah. Saksi lalu memberitahu warga sekitar. 

Dengan air seadanya, warga lantas berusaha memadamkan api.
Begitu api padam, warga mendapati tubuh Sugiono tewas terpanggang. Peristiwa ini segera dilaporkan ke Polsek Dampit.


Petugas segera datang di lokasi dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban dibantu Tim Identifikasi Polres Malang.

"Namun keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah, sehingga jenazah langsung dimakamkan," tegas mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.(agp/lim)


BERITA TERKAIT