Bus Kramat Jati Terguling dan Terjun Bebas dari Jalan ByPass | Berita Terbaru Hari ini

Close

Bus Kramat Jati Terguling dan Terjun Bebas dari Jalan ByPass

  • 2019-02-06
  • Editor :goly
  • dibaca :2680
Bus Kramat Jati Terguling dan Terjun Bebas dari Jalan ByPass Bus Kramat Jati terguling di By Pass Cikopo.

BANDUNG - Bus Kramat Jati bernomor polisi D 7591 AF terguling dan terjun bebas dari jalan ByPass Cikopo, Bandung, Rabu 6 Februari 2019, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.


Akibat kejadian ini 13 orang dikabarkan menjadi korban. Dari jumlah korban, dua orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, serta satu orang mengalami luka berat, dan 10 orang luka ringan.


Sopir bus Kramat Djati yang terguling, kabur usai kecelakaan. Polisi tengah melakukan pencarian terhadap sopir tersebut.
"Pengemudi bus atas nama Asep masih dilakukan pencarian," ucap kata Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat, via pesan singkat, Rabu (6/2/2019).


Polisi juga tengah mencari tahu identitas dan foto dari si sopir. Polisi tengah berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) bus Kramat Jati.
"Penyidik Polri unit laka sedang koordinasi dengan PO bus untuk meminta identitas lengkap dan foto yang bersangkutan," ucap Truno.


Bus Kramatjati jurusan Wonogiru-Bandung tersebut hilang kendali pagi tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Bus Kramatjati bernopol D 7591 AF awalnya bergerak dari arah Garut menuju ke Bandung pagi tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat berada di Jalan Raya Bypass, Cicalengka tepatnya di Kampung Cipetag bus oleng ke kiri. Bus lalu menabrak pohon dan terjatuh ke bawah tebing.


Dari Informasi yang dihimpun, menyebutkan bus tersebut datang dari arah Garut menuju Bandung. Sesampai di kawasan Jalan Cipeutag, RT 02/RW 07, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, bus tiba-tiba melenceng dan terguling masuk ke Jalan Cipeutag yang berada di bawah jalan ByPass Cikopo.
Di lokasi kejadian memang kerap terjadi kecelakaan karena jalanan yang menurun sehingga pengemudi biasanya memacu kencang kendaraanya.


Sementara itu, proses evakuasi korban sudah bisa dilakukan dengan melibatkan kepolisian dan Basarnas Bandung.  (*)


BERITA TERKAIT