Jengkel Kursi Tak Kunjung Diperbaiki, Celurit Bicara

  • 2016-03-19 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3361
Jengkel Kursi Tak Kunjung Diperbaiki, Celurit Bicara

TUMPANG-Kecewa perbaikan mebeler rumahnya tak kunjung selesai, membuat Mahmud Fauzi, 33 tahun warga Jalan R A Kartini, Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, kalap. Sabtu siang (19/3), dia memukuli dan membacok Sutoyo warga Dusun Keden, Argosuko, Poncokusumo, Kabupate Malang.

Akibatnya, mengalami enam  luka robek dan harus mendapatkan perawatan medis. Kasus ini pun segera ditangani Polsek setempat.

“ Tersangka kami tangkap di rumahnya, tak lama setelah kami mendapat laporan penganiayaan berat itu. Barang bukti yang  kami amankan, sebilah celurit yang digunakan membacok korban,” ujar Kapolsek Poncokusumo, AKP Agus Siswo Hariadi.

Mmenurut Agus, Penganiayaan tersebut berlangsung di tempat usaha korban di Dusun Keden, sekitar pukul 12.30. Pemicunya berawal perbaikan kursi. Beberapa minggu sebelumnya, Fauzi membetulkan kursi miliknya kepada korban. Biaya perbaikan disepakati Rp 850 ribu, dan telah dibayar lunas.

Sutoyo menyanggupi bisa menuntaskan pekerjaan itu, Sabtu (12/3). Namun di hari yang disepakati, ternyata perbaikan kursi ruang tamu itu belum selesai. Tersangka masih memaklumi, dan memberi waktu beberapa hari lagi.

Tadi, kembali mendatangi korban dan lagi-lagi perbaikan kursi tak kunjung rampung, Sutoyo berbelit-belit. Fauzi pun berang lalu memuluki korban. Tak puas menggunakan tangan kosong, tersangka menggunakan celurit disabetkan pada kepala korban.

Setelah puas, Fauzi langsung pergi meninggalkan  Sutoyo yang bersimbah darah. “ Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengakui perbuatan penganiayaan itu,’’pungkas Kapolsek. (agp/lyo)

Berita Terkait