Diperiksa 20 Jam, Jokdri Bilang Penyidik Profesional | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Diperiksa 20 Jam, Jokdri Bilang Penyidik Profesional

  • 19-02-2019
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2896
Diperiksa 20 Jam, Jokdri Bilang Penyidik Profesional Plt Kerum PSSI Joko Drijono usai menjalani pemeriksaan penyidik Satgas Anti Mafia Bola.(dok.detikcom)

JAKARTA - Selama 20 jam Plt Ketum PSSI Joko Driyono diperiksa Satgas Antimafia Bola Polri sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor sepakbola Indonesia. Usai pemeriksaan itu, Jokdri sapaan arakbnya menyebut tim penyidik sudah bersikap profesional kepadanya.

"Sejak kemarin jam 10.00 WIB sampai hari ini, alhamdulillah, telah memenuhi undangan Satgas untuk didengar keterangan saya sebagaimana surat panggilan. Satgas, penyidik, bekerja sangat profesional," kata Jokdri kepada media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2).

Jokdri diperiksa oleh penyidik Satgas Antimafia Bola sekitar 20 jam lamanya. Pemeriksaan itu berlangsung di gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ia tiba di Mapolda Metro Jaya pada Senin (18/2) pukul 09.50 WIB dan keluar pada Selasa pukul 06.53 WIB.

Usai pemeriksaan, Jokdri irit berkomentar dan bergegas meninggalkan Polda Metro Jaya dengan mobilnya. Ia tidak menggubris berbagai pertanyaan yang diajukan wartawan. Ia terlihat lelah setelah 20 jam diperiksa penyidik.

"Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan, interaksi, dan proses penyidikan yang berlangsung pada hari kemarin, malam hari, hingga hari ini," katanya.

Jokdri menyebut akan ada proses lanjutan terkait pemeriksaannya hari ini. Namun ia tidak menjelaskan detail maksud dari proses lanjutan itu.

"Tentu akan ada proses lanjutan. Mohon doanya agar ini bisa berjalan dengan baik, terima kasih ya," kata Jokdri.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka setelah tiga tersangka perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor lain tertangkap. Mereka adalah Muhammad Mardani Mogot (sopir Jokdri), Musmuliadi (OB di PT Persija), dan Abdul Gofur (OB di PSSI). Kepolisian menyebut Jokdri sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor.


BERITA TERKAIT