Dosen Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Temukan Krim Mastitis | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dosen Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Temukan Krim Mastitis

  • 2019-03-03
  • Editor :goly
  • dibaca :1275
Dosen Fakultas Pertanian-Peternakan UMM Temukan Krim Mastitis Lili Zalizar, Dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

MALANG - Penyakit radang ambing atau yang dikenal sebagai Mastitis merupakan masalah utama dalam peternakan sapi perah, hal ini disebutkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.


Bahkan, penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi mencapai Rp 10 juta per ekor dalam satu tahun. Akibatnya, berdampak pada penurunan produksi susu, penurunan kualitas susu, biaya perawatan dan pengobatan yang mahal serta pengafkiran dini sapi produktif.


 Lili Zalizar, Dosen Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akhirnya melakukan penelitian tentang kasus Mastitis.
“Kondisi di peternakan sapi perah yang paling merugikan adalah terjadinya radang kelenjar susu,” jelas Lili.


Sementara, terdapat dua jenis Mastitis yakni gejala klinis yang jelas (Mastitis Klinis) dan gejala tidak tampak (Subklinis).
Lili menjelaskan, pada gejala yang banyak ditemui pada ternak sapi perah biasanya berupa gejala Subklinis. Ciri-cirinya sulit untuk dideteksi peternak karena tidak nampaknya gejala yang ditimbulkan.
“Saya pernah meneliti pada salah satu wilayah di Pujon. Dari satu daerah saja 60 persen sapi yang ada terkena mastitis subklinis dan baru diketahui saat sudah dalam kondisi sangat parah,” terangnya.


Selain kerugian ekonomis, penyakit mastitis secara tidak langsung juga berdampak pada kesehatan manusia. Peningkatan kejadian penyakit mastitis, diikuti dengan peningkatan penggunaan antibiotika, pada gilirannya berpotensi meningkatkan residu antibiotik dalam air susu dan potensi peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotika. Gangguan ini mengakibatkan masalah kesehatan bagi manusia.


Berdasarkan hasil identifikasinya yang pernah dilakukan di sentra sapi perah Jawa Barat, bakteri patogen penyebab mastitis adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus agalactiae. Penularan bakteri ini, melalui puting dan berkembang biak dalam kelenjar susu. Hal ini terjadi karena puting yang habis di perah terbuka, kemudian kontak dengan lantai atau tangan pemerah yang mengandung bakteri.


Pada kondisi parah, sapi terdampak Mastitis, susu yang dihasilkan sapi perah tidak bisa dicampur dengan susu


BERITA TERKAIT

close