Pesan Teleransi Damai dari Upacara Tawur Agung di Kaki Gunung Arjuno | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pesan Teleransi Damai dari Upacara Tawur Agung di Kaki Gunung Arjuno

  • 2019-03-07 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4752
Pesan Teleransi Damai dari Upacara Tawur Agung di Kaki Gunung Arjuno Rangkaian rituan perayaan Nyepi Tawur Agung di Kaki Gunung Arjuno.(firman)

BATU-Upacara Tawur Agung dalam rangkaian hari raya Nyepi digelar di kaki Gunung Arjuno, Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sekitar 800 umat Hindu se Malang Raya, Rabu (6/3) dan masyarakat sekitar terlibat dalam pelaksanaanya, empat Buta Kala diarak mengelilingi Dusun Jonggo. 

Dalam ritual ini umat Hindu membaca doa terlebih dahulu. Dipimpin oleh Resi Rahmadi yang tinggal di Pura Giri Arjuna Kota Batu. Lengkap dengan sesajen. Upacara menyambut Nyepi di Kota Batu memberi nuansa berbeda. 

Pemandangan di sekitar lokasi dengan latar belakang Gunung Arjuno. Udara sejuk segar, dikelilingi oleh kebun apel serta kebun sayuran yang hijau membuat suasana semakin sakral. Lebih dari itu, terlibatnya masyarakat solah membawa pesan toleransi yang damai.

Setelah doa dipanjatkan, sekitar pukul 11.00 WIB, empat Batara Kala dikarak oleh umat Hindu. Mengelilingi Dusun Junggo. Seperti biasa umat yang membawa lambang keburukan tersebut bergotong royong dan bergantian mengangkat. Kemudian menggerakkan Batara Kala tersebut seolah-olah bergerak melawan.

Perayaan itu ternyata tak hanya diikuti oleh umat Hindu. Tapi partisipasi dari masyarakat sekitar yang memiliki keyakinan berbeda juga ikut di dalamnya. Mulai dari ikut berpartisipasi mengarak ogoh-ogoh hingga proses membuat ogoh-ogoh. 

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Batu, Pariyanto menjelaskan, Tawur Kesanga merupakan rangkaian upacara sebagai wujud pembersihan alam semesta dan ciptaan dari gangguan roh-roh jahat.

"Rangkaian ini bisa diartikan bagi umat Hindu untuk menyucikan diri dari hal-hal yang bersifat jahat, memperbaiki kehidupan masa depan dengan pikiran, perkataan dan perbuatan suci," ujarnya, Rabu (6/3) kemarin.

Dia berharap, umat Hindu benar-benar mengambil makna dari kegiatan ini, sehingga kehidupan selanjutnya menjadi lebih baik. Pada tahun ini, perayaan membawa tema "Melalui Catur Brata Penyepian, Kita Sukseskan Pemilu 2019".

"Kami berharap di tahun politik ini, Pemilu bisa berjalan dengan damai dan sukses. Sehingga dengan terpilihnya presiden bisa membawa  Indonesia dan


BERITA TERKAIT