Menjelang Pemilu, Temuan Uang Palsu Meningkat di Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Menjelang Pemilu, Temuan Uang Palsu Meningkat di Malang

  • 2019-03-08
  • Editor :goly
  • dibaca :2622
Menjelang Pemilu, Temuan Uang Palsu  Meningkat di Malang Rini Mustikaningsih, Ketua Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang

MALANG - Temuan uang palsu (upal) di wilayah Malang Raya dan Pasuruan mengalami peningkatan setiap tahun. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, jumlah temuan uang palsu di tahun 2017 sebanyak 5.835 lembar, sementara di tahun 2018 temuannya meningkat menjadi 7.827 lembar.


Sementara di pada Januari 2019 temuannya sebanyak 590 lembar, angka itu hampir sama dengan periode Januari 2018. Sedangkan Februari 2019 temuannya mencapai 656 lembar, jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun 2018.


"Jumlahnya ternyata tiap tahun meningkat, mudah-mudahan ini tidak berkaitan dengan tahun politik," kata  Rini Mustikaningsih, Ketua Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi KPwBI Malang, Selasa (5/3/2019).


Upal tersebut rata-rata merupakan temuan berasal dari bank umum. Untuk memastikan keaslian rupiah, kini Bank Indonesia telah menerapkan prosedur menggunakan sistem online bernama Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center. Melalui sistem itu, bank umum melakukan input data uang yang diragukan keasliannya.


"Setelah di-input mereka tetap membawa fisikuang yang diragukan keasliannya ke BI  untuk memastikan apakah benar uang itu palsu. Rata-rata kita dapat dari bank umum dari Malang Raya dan Pasuruan. Kalau dari Probolinggo tidak terlalu besar," ungkap Rini.


Selain dari bank umum, BI Malang juga membantu pihak kepolisian melakukan pengecekan keaslian rupiah dari hasil temuan polisi.
"Kasir kami juga ada yang diminta Reskrim Polres Pasuruan untuk memastikan apakah temuannya merupakan uang asli atau tidak," imbuh Rini.


Untuk mengantisipasi peredaran upal, khususnya di tahun politik seperti saat ini, BI terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
"Selain 3D, kami juga gencar sosialisasi pada masyarakat agar selalu memperlakukan uang dengan baik, karena uang juga merupakan lambang negara. Prosedur mencetak uang juga lama," tegasnya.


Sosialisasi memperlakukan uang dengan baik meliputi 5J, yakni


BERITA TERKAIT