Siswa, Tuntut Mundur Kepala MTs Negeri 1 Gondanglegi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Siswa, Tuntut Mundur Kepala MTs Negeri 1 Gondanglegi

Siswa, Tuntut Mundur Kepala MTs Negeri 1 Gondanglegi UNJUK RASA: Perwakilan siswa MTs Negeri 1 Gondanglegi menggelar demo di halaman sekolah, menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya.

MALANG -  Siswa MTs Negeri 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang, melakukan unjukrasa. Mereka mendesak Nasrulloh, mundur dari jabatan kepala sekolah. Alasannya, karena banyak memberikan kebijakan yang merugikan siswa.


Demo yang digelar di halaman sekolah, siswa tidak hanya berorasi. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan berbagai kritikan. Diantaranya: “Kami butuh pemimpin bukan penindas”, “Jangan rampas hak kami”, dan #NasrullohOut.


“Kami menyampaikan aspirasi karena kebijakannya banyak merugikan. Kelas bakat istimewa (BI) yang seharusnya ada, dihapus. Guru olahraga kami, Pak Rudi dipindah,” ungkap Yusril Kusuma, salah satu siswa kelas IX kepada wartawan.


Dikatakannya, ada tiga poin yang menjadi tuntutan para siswa. Pertama, kembalikan kelas bakat istimewa yang resmi. Lalu kembalikan Ahmad Agus Rudianto, guru sekaligus pelatih cabang sepakbola yang kini mengajar di MTsN 2 Malang, Turen.


Ketiga, mereka meminta kepala sekolah baru.
“Aksi kami ini adalah upaya terakhir, karena berbagai cara sudah kami lakukan tapi tidak mendapat respon dari sekolah,” ujarnya sembari mengatakan bahwa aspirasi mereka selama ini tidak pernah didengarkan.


Tidak hanya itu, siswa juga menyayangkan masalah uang iuran. Mereka sudah membayar uang gedung, dan uang itu harusnya sudah termasuk sebagai biaya ikut turnamen sepakbola. Tetapi setiap mengikuti kompetisi, harus mengeluarkan biaya sendiri.
Wakil Kepala MTsN 1 Gondanglegi, Saadi mengatakan, bahwa untuk mutasi kewenangannya berada pada Kemenag. Lembaga MTsN hanya menerima ASN, dan tidak berhak memecat atau memindah.


“Untuk kelas bakat istimewa, sebenarnya bukan dibubarkan. Melainkan diubah modelnya, sehingga pelayanannya berbeda. Namun kami akan koordinasikan dengan pihak sekolah,” ucap Saadi.


Saadi mengakui, Nasrulloh tidak bisa menemui siswanya yang berdemo karena sedang mengikuti acara di MAN Kota Malang. Para siswa disuruh menemui kepala sekolah untuk mediasi kembali tuntutan yang disampaikan,  besok.
Sementara itu, meski yang berdemo anak-anak sekolah, namun petugas Polsek Gondanglegi tetap melakukan penjagaan.


BERITA TERKAIT

close