Jambret Di Jalibar Kepanjer Ditembak Polisi. Ini Penampakannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Jambret Di Jalibar Kepanjer Ditembak Polisi. Ini Penampakannya

  • 2019-03-13 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :837
Jambret Di Jalibar Kepanjer Ditembak Polisi. Ini Penampakannya Pelaku jambret dan penadahnya yang diringkus polisi.(agung)

MALANG -Pelaku jambret tersungkur setelah kedua kakinya ditembak Tim Buser Polres Malang, Selasa (12/3). Tersangka adalah Anis, 36, warga Jalan Kebalen Wetan, Gang Cepiring, Kota Lama, Kota Malang . 

"Tersangka terpaksa kami lumpuhkan karena berusaha melawan dan melarikan diri ketika akan ditangkap," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Rabu (13/3).

Selain menangkap Anis yang menjadi pelaku utama kasus jambret, polisi juga mengamankan seorang penadahnya. Yakni Zaenal Arifin, 43, warga Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. 

Karyawan salah satu koperasi di Dinoyo ini ikut ditahan karena membeli HP hasil kejahatan tersangka. Ia memberi HP seharga Rp 1 juta.

Pengungkapan pelaku jambret ini berawal dari laporan Sasanti, warga Kecamatan Sumberpucung. Sasanti melaporkan menjadi korban jambret di Jalan Raya Jalinbar Kepanjen, 17 Februari 2018 lalu. 

Malam itu sekitar pukul 20.45, korban yang naik motor sendirian, dipepet oleh motor Kawasaki Ninja yang dikendarai tersangka Anis. Pelaku merampas tas milik korban yang berisi HP merek Oppo, serta beberapa barang berharga lainnya. 

"Ketika itu korban sempat terjatuh dan dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Kemudian keesokan harinya, baru melaporkan ke Polres Malang," tuturnya.

Polisi yang menelidiki kasus ini, mendapati HP korban berada di tangan Zaenal Arifin. Dia pun segera ditangkap dan diinterogasi. Hasilnya terungkap pelaku jambretnya adalah Anis.

"Pelaku utamanya kami tangkap di tempat kosnya di sekitar Pasar Induk Gadang. Hasil penyidikan diketahui bahwa tersangka Anis, sudah sembilan kali menjambret di wilayah Pakisaji dan Kepanjen," jelas Ujung.

Saat diperiksa, Anis mengaku selama menjambret dilakukan seorang diri. Ia menjambret karena alasan kepepet butuh uang untuk kebutuhan keluarganya. 

"Anak saya empat, dan butuh biaya banyak. Bekerja sebagai buruh tukang potong ayam, tidak mencukupi," terangnya kepada petugas.


BERITA TERKAIT

close