Dana Desa kok Buat Kepentingan Pribadi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dana Desa kok Buat Kepentingan Pribadi

Dana Desa kok Buat Kepentingan Pribadi Kepala Desa Balearjo, Pagelaran, Riduan kini berseragam tahanan akibat korupsi ADD dan DD

MALANG - Ini peringatan bagi para kepala desa (kades). Jangan main-main dengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Contohnya sudah ada, Kades Balearjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Riduan, ditahan Polres Malang karena korupsi ADD dan DD.


Riduan mulai menjalani masa penahanan sejak Senin (11/3) petang, setelah ditetapkan menjadi tersangka. Pria kelahiran 1966 ini harus meringkuk di balik jeruji besi karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pada tahun 2015 - 2016.


Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, penahanan Riduan setelah mencukupi barang bukti. Tindakan Kades Balearjo ini diduga merugikan negara sebesar Rp 416,5 juta lebih dari ADD dan DD.
"Untuk sementara baru kepala desa yang kami jadikan tersangka. Namun kami masih akan mengembangkan kasusnya lebih dalam,  apakah ada orang lain yang terlibat," jelas Yade Setiawan Ujung,  Rabu (13/3)..


Ujung menyampaikan, sebelum dilakukan penahanan, Polres Malang sudah melakukan koordinasi dengan Inspektorat  Pemkab Malang. Hasil monitoring dan evaluasi, didapatkan kerugian negara sebesar Rp 416,5 juta.


"Kerugian negara ini, karena pengelolaan ADD dan DD tahun 2015 dan 2016, dilakukan sendiri oleh tersangka. Dari pembangunan desa, terjadi kekurangan volume pembangunan. Termasuk penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Uang ADD dan DD digunakan untuk kepentingan dan keperluan lainnya yang tidak masuk dalam RAB," terang Ujung.


Selain penggunaan DD dan ADD yang tidak sesuai dengan RAB, dugaan korupsi dari anggaran tersebut juga karena adanya biaya pajak DD dan ADD yang tidak disetorkan. Termasuk hasil sewa tanah kas desa yang tidak dimasukkan ke kas desa, melainkan untuk kepentingan pribadinya.
"Kasus dugaan korupsi ini, terungkap dari pengaduan masyarakat. Kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Setelah semua bukti terkumpul, baru kami lakukan penahanan,"paparnya.


Lebih lanjut, rincian kerugian negara sebesar Rp 416,5 juta yang


BERITA TERKAIT