Pelajar yang Berjuang demi Terus Sekolah | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pelajar yang Berjuang demi Terus Sekolah

  • 2019-03-17 penulis : rosi
  • dibaca :2742
Pelajar yang Berjuang demi Terus Sekolah RAJIN MENABUNG: Aisyah Febriyanti Putri, siswi SMKN 6 Malang menyetorkan sampahnya kepada petugas bank sampah di sekolah.

MALANG - Sebuah kresek besar berwarna putih dijinjing Aisyah Febriyanti Putri, siswi SMKN 6 Malang, pagi itu. Wajahnya terlihat sumringah. Sebab, kresek yang dibawanya itu bisa ditukarnya menjadi uang. Sejak sebulan terakhir, ia makin rajin membawa sampah ke sekolah.

Dengan sampah yang dikumpulkannya dari rumah itulah, Aisyah menabung. Sesampainya di sekolah, Aisyah meletakkan kresek di Bank Sampah Sekolah dan menyetorkan buku tabungannya kepada petugas.


Menurutnya, kebiasaan baru ini dilakukannya sejak peristiwa hampir gagalnya ia mengikuti kunjungan industri.
“Waktu itu di kelas ada acara kunjungan industri ke PT Yakult Indonesia Persada. Saya hampir tidak bisa ikut karena gak bisa bayar biayanya,” kata Aisyah.


Siswa Jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi ini menuturkan, untuk biaya kunjungan industri yang besarnya Rp 280 ribu, orang tuanya tidak bisa membayar. Jangankan untuk keperluan itu, SPP bulanan saja, kata Aisyah, masih sering nunggak. Ayahnya sekarang tidak bekerja, hanya ibunya yang bekerja membantu di warung. Beruntung, wali kelasnya, Farid Syafi'i, memberikan solusi.

Selain bersedia membantu separuh biaya untuk kunjungan industri, juga mengenalkan program tabungan sampah. Sejak itulah, Aisyah terpacu untuk berburu sampah di sekitarnya.
“Kebetulan punya saudara yang buka warung, jadi gelas plastik bekasnya saya kumpulkan dan dibawa ke sekolah,” kata dia.


Tentu saja, sampah-sampah yang dibawanya tak cukup untuk hanya sekadar melunasi tanggungan kunjungan industri. Saat ini saja, tabungan yang sudah dikumpulkannya baru Rp 12.500. Harga gelas plastik bekas tak semahal koran bekas ketika ditabung ke Bank Sampah Sekolah. Tapi, mencari koran bekas juga tidak mudah baginya. Meski demikian, Aisyah tak putus asa. Ia berharap bisa terus menabung sampah.
“Saya ingin bisa bayar SPP dengan sampah, biar orang tua tidak terlalu berat,” kata anak pertama dari dua bersaudara ini.
Semangat menabung sampah juga ditunjukkan Iskandar Zulkarnain, siswa kelas


BERITA TERKAIT