Dipicu Penganiayaan, Satu Keluarga di Bantur Saling Lapor | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dipicu Penganiayaan, Satu Keluarga di Bantur Saling Lapor

  • 2019-03-19 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4131
Dipicu Penganiayaan, Satu Keluarga di Bantur Saling Lapor Mertua dan menantu yang ditahan karena melakukan penganiayaan terjadi kakak iparnya.

MALANG -Mertua dan menantu warga Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang ini harus merasakan dinginnya sel Polsek Bantur. Itu lantaran mereka menganiaya kakak ipar menantu. 


Mereka yang ditangkap polisi itu adalah Toni Suherman, 49, dan menantunya Sularso Andi Wibowo, 21. Mereka ditahan karena bersama-sama menganiaya Suraji, 54, kakak ipar Toni.


"Antara korban dengan pelaku ini, masih satu keluarga. Korban adalah suami dari kakak kandung tersangka Toni. Mereka sebelumnya memang ada masalah," ungkap Kapolsek Bantur, AKP Yatmo, Selasa (19/3).


Penganiayaan terjadi di rumah, Sabtu (2/3) lalu sekitar pukul 16.00. Sebelumnya, korban saat itu sedang menasehati Diah, anaknya. 

Karena Diah masih di bawah umur, Tumini neneknya (mertua Suraji) membela cucunya. Hingga terjadi cek-cok antara Suraji dan mertuanya.

Saat itulah Toni datang. Dia lantas membela Tumini, ibunya. Sehingga pertengkaran antara Toni Suherman dengan Suraji pun terjadi. 

Saat cek-cok mulut, Suraji sempat mencekik leher Toni. Merasa ada perlakuan kasar, Toni membalas memukul kepala Suraji dengan tangan kosong sebanyak dua kali. Dia juga menampar wajahnya sekali.

Sewaktu Toni dan Suraji berkelahi, datang Sularso Andi Wibowo menantu Toni. Tanpa pikir panjang dan mengetahui duduk permasalahan, Sularso ikut membantu mertuanya. Dia memukul Suraji tiga kali di bagian wajah dan kepala.

Karena dikeroyok, Suraji memilih menghindar dan mengadu ke Polsek Bantur. Atas laporan itulah, akhirnya polisi menangkap Toni dan menantunya Sularso.


"Hubungan korban dengan tersangka memang tidak akur. Sudah lama keduanya menaruh dendam. Permasalahannya karena korban yang pisah ranjang dengan istrinya (Kakak Toni) dan menelantarkannya," ujarnya.

Tapi saat diperiksa polisi, kedua tersangka mengaku spontan saja melakukan penganiayaan. Alasannya karena korban telah menyerang terlebih dahulu. 


Akan tetapi menurut Yatmo, kasus ini akan panjang. Karena antara korban dengan tersangka kini saling lapor ke polisi. 


Toni Suherman juga membuat laporan balik penganiayaan. "Tersangka Toni, juga melaporkan


BERITA TERKAIT