Polisi bongkar pabrik uang palsu | Berita Terbaru Hari ini

Close

Polisi bongkar pabrik uang palsu

  • 2019-03-20
  • Editor :goly
  • dibaca :1392
Polisi bongkar pabrik uang palsu Polisi Sita uang palsu dari Pabrik Uang Palsu di Sleman

SLEMAN - Pabrik uang palsu di sebuah rumah kontrakan di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, digrebek oleh polisi. Dalam penggrebekan ini polisi menemukan uang palsu Rp4,6 miliar.


Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan, pabrik uang palsu di Godean itu telah beroperasi satu bulan. Pabrik ini dipimpin oleh seorang kepala dusun di Pati yang berinisial HS (39).


Selain HS, polisi juga menangkap seorang guru honorer di Pati Jawa Tengah berinisial IK (36) dan dua tenaga produksi berinisial EK (61) dan NY (67) yang merupakan warga Magelang Jawa Tengah.


Yuliyanto menceritakan terungkapnya pabrik uang palsu ini berawal dari laporan seorang pedagang angkringan. Pedagang angkringan itu curiga dengan uang yang dipakai IK adalah uang palsu.


Kemudian pedagang itu melapor ke polisi dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, kemudian terbongkarlah pabrik uang palsu itu.
"Tersangka IK telah belanja di warung angkringan itu sebanyak lima kali. Uang yang dipakai belanja itu belakangan diketahui palsu," ujar Yuliyanto di Mapolsek Godean, Selasa 19 Maret 2019.


Yuliyanto mengungkapkan, para tersangka ternyata tak hanya memproduksi uang palsu di Godean. Dari pengakuan tersangka, diketahui sebelumnya pelaku sempat membuat uang palsu di daerah Pati dan Magelang.


Kapolsek Godean, Kompol Herry Suryanto menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui uang palsu yang diproduksi para tersangka telah diedarkan di wilayah Lampung dan Mojokerto. Uang palsu yang diedarkan adalah uang hasil produksi di Pati. Sedangkan uang palsu yang diproduksi di Sleman belum sempat diedarkan.
"Dijual ke Lampung Rp280 juta, Mojokerto Rp70 juta. Itu saat produksi di Pati. Tersangka menjual uang palsu sebanyak lima lembar ditukar dengan uang asli satu lembar," kata Herry.


Herry menerangkan keempat tersangka akan dijerat Pasal 36 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 26 ayat (2), ayat (3)


BERITA TERKAIT

close