Masyarakat Perlu Diedukasi Soal Pinjaman Online | Berita Terbaru Hari ini

Close

Masyarakat Perlu Diedukasi Soal Pinjaman Online

  • 2019-04-15
  • Editor :goly
  • dibaca :852
Masyarakat Perlu Diedukasi Soal Pinjaman Online ilustrasi

KLIKAPA - Menurut penelitian Asian Development Bank (ADB), Indonesia yang diberkati dengan surplus demografi 265 juta jiwa, mengalami kesenjangan inklusi keuangan dengan nilai sekitar USD 57 miliar, dimana masyarakat yang belum terlayani akses jasa dan produk keuangan sebesar 203 juta orang.


Hanya saja, mencapai inklusi finansial tidak semata-mata terpenuhi hanya dengan pemberian kredit, dibutuhkan pendidikan untuk memahami penggunaan pinjaman dan pembiayaan yang bertanggung jawab, cara mengatur keuangan pribadi dan keluarga yang baik serta mengerti seluk beluk mengelola bisnis, sehingga masyarat menjadi melek finansial.


Menurut Presiden Direktur Finmas, Peter Lydian, masyarakat juga perlu dibekali dengan kemampuan menganalisa dan memanfaatkan pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan yang baik.
"Memiliki kemampuan menganalisa dan memanfaatkan pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan yang baik adalah keterampilan inti untuk berhasil di dunia saat ini," jelasnya, Senin (15/4).


Finmas sendiri, kata dia, sejalan dengan hal tersebut. Bertujuan untuk membantu jutaan orang Indonesia membuka potensi keuangan melalui pendekatan layaknya sahabat.
"Tentunya didasarkan pada prinsip-prinsip tanggung jawab, keamanan, kenyamanan, dan keterjangkauan," jelasnya.


Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya ingin membuat semua masyarakat juga lebih mengerti dengan diperlukan kesadaran pribadi sebagai konsumen untuk mengenali hak dan kewajiban serta manfaat dan resiko sebelum mengajukan pinjaman online.
"Kami bersyukur menerima dukungan dan bimbingan OJK dan Sinar Mas di samping sumber daya dan keahlian teknologi dari Oriente dalam perjalanan kami untuk menjangkau setiap pengusaha mikro dan konsumen Indonesia yang kurang terlayani," terangnya.


"Diharapkan dengan keberadaan asosiasi, industri fintech P2P lending dapat bertumbuh kuat dan sehat serta bermanfaat bagi kalangan yang belum terlayani oleh lembaga keuangan konvensional. Di Indonesia, fintech ditujukan untuk inklusi keuangan," ujar Adrian Gunadi, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia. (Merdeka)


BERITA TERKAIT

close