Yenny Wahid Mengaku Punya Bukti Capres 01 Juga Dicurangi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Yenny Wahid Mengaku Punya Bukti Capres 01 Juga Dicurangi

  • 2019-04-18
  • Editor :junaedi
  • dibaca :12330
Yenny Wahid Mengaku Punya Bukti Capres 01 Juga Dicurangi Yenny Wahid, putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.(dok.antara)

JAKARTA -Yenny Wahid, putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengaku juga memiliki bukti jika pasangan capres yang didukungnya juga dicurangi.  Yenny, selama ini mendukung pasangan Capres Cawapres nomor urut 01 , Jokowi-Ma'ruf Amin..

"Terus terang banyak sekali laporan yang masuk dan merugikan pasangan 01. Banyak sekali, contohnya banyak pendukung kita yang tidak mendapat formulir," kata Yenny, di The Djakarta Theatre, Rabu (17/4), seperti dikutip viva.co.id.

Yenny mengaku, banyak laporan yang masuk ke pihaknya mengenai dugaan kecurangan itu. Hanya saja, lanjut putri Gus Dur itu, pihaknya belum memutuskan apakah dugaan itu ditindak lanjuti atau tidak.

"Artinya ketika berbicara tentang ketidaksempurnaan penyelenggaraan pemilu, maka pihak 01 juga cukup dirugikan," ucap Yenny.

Pihaknya ingin merekapitulasi terlebih dahulu, sejauh apa kerugian suara yang diperoleh Jokowi-Ma'ruf. Sehingga, kecurangan itu akan dilaporkan ke lembaga berwenang, dalam hal ini Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu.

"Minimal kita lapor ke Bawaslu. Kalau hasil memang cukup signifikan bahwa ini jauh menambah suara 01 tentu ya harus ditindaklanjuti KPU Bawaslu," ujarnya.

Terlepas dari itu, Yenny mengapresiasi sikap Jokowi yang tidak ingin mendeklarasikan kemenangan. Walau dalam hitung cepat, ia unggul jauh dari Prabowo-Sandi.

Yenny mengatakan, Jokowi memang tidak ingin dimeriahkan hasil perhitungan itu. Lebih baik menunggu hasil KPU sebagai lembaga resmi dan independen yang mengurus masalah ini.

"Beliau bukan orang yang suka geeran. Beliau tidak ingin mendahului kehendak, walaupun semua rata-rata quick count menunjukkan Pak Jokowi dan margin yang cukup jauh," ujar Yenny.

Dengan margin yang dua digit, kalau pun nanti real count dari KPU menurutnya tidak akan terlalu jauh. Tetap pada keunggulan Jokowi atas pesaingnya, Prabowo Subianto-KH Ma'ruf Amin.

Meski begitu, karena perundang-undangan menetapkan bahwa hasil akhir pemilu dilakukan dan diumumkan oleh KPU, maka lembaga itulah nantinya yang akan merekapitulasi dan mengumumkan siapa yang menang di pilpres


BERITA TERKAIT