TKN: Pilres 2019 sudah Benar, Temukan Kecurangan Lapor ke Bawaslu Tak Perlu Reaktif | Berita Terbaru Hari ini

Close

TKN: Pilres 2019 sudah Benar, Temukan Kecurangan Lapor ke Bawaslu Tak Perlu Reaktif

  • 2019-04-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :570
TKN: Pilres 2019 sudah Benar, Temukan Kecurangan Lapor ke Bawaslu Tak Perlu Reaktif Petugas saat melakukan rekapitulasi hasil Pemilu 2019.(firman)

JAKARTA -Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, meyakini pelaksanaan Pilpres 2019 telah berjalan sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku. Jika kubu lawannya merasa ada kecurangan atau pelanggaran di Pilres 2019 disilahkan lapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Juru bicara TKN  pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakannya merespon pernyataan pernyataan Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said yang menyebut Pemilu 2019 merupakan hasil kecurangan. 

"TKN meminta, pihak terkait segera melaporkannya ke pihak Bawaslu. Jadi tidak perlu reaktif, membuat analisis yang tidak berdasar. Kita harus menentang segala bentuk delegitimasi pemilu," ujar Arya di Posko Cemara, Jakarta, Senin (22/4).

Arya menyatakan timses Jokowi-Ma'ruf sendiri juga telah berhasil membongkar kebohongan soal klaim kemenangan kubu Prabowo-Sandi di DKI Jakarta dan Lampung. Ia menyatakan pihaknya menemukan indikasi kecurangan dalam metode penghitungan data dari timses Prabowo-Sandiaga di kedua wilayah tersebut.

Arya lantas membeberkan klaim kemenangan kubu Prabowo-Sandiaga hanya didasarkan pada uji sampling di 300-an TPS di Jakarta. Sedangkan, kata dia, jumlah TPS di DKI Jakarta berjumlah sebanyak 29.063 TPS dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 7,2 juta.

"Bagaimana mereka bisa kumpulkan data begitu cepat. Padahal mereka banyak enggak punya saksi di TPS. Contoh di Kayu Putih, Pulo Gadung itu enggak ada saksi 02. Tapi versi BPN menang 72 persen di Jakarta," ujar Arya.

Selain itu, Arya turut mengungkapkan kesalahan sampling oleh kubu Prabowo-Sandiaga di Lampung. Dari hasil penelusuran pihaknya, quick count kubu Prabowo-Sandiaga hanya dilakukan di 30 TPS. Padahal, kata dia, jumlah TPS di Lampung sebanyak 26.265 dan 8 TPS DPTb. 

"Jadi tidak heran kalau mereka klaim kemenangan di Jakarta 62,23% dan Lampung 59,09%. Kami sangat menyayangkan cara-cara seperti ini. Karena ini jelas edukasi yang salah ke masyarakat," kata dia.

Arya lantas mencatat bahwa real count yang dilakukan internal TKN Jokowi-Ma'ruf


BERITA TERKAIT