Banyak Petugas Pemilu Tumbang KPU Kerahkan Tenaga Kesehatan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Banyak Petugas Pemilu Tumbang KPU Kerahkan Tenaga Kesehatan

  • 2019-04-23 penulis : bagus
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2142
Banyak Petugas Pemilu Tumbang KPU Kerahkan Tenaga Kesehatan Petugas kesatan saat memeriksa kesehatan para petugas Pemilu.(ist)

MALANG -Banyaknya petugas 'tumbang' jatuh sakit dan bahkan meninggal dunia, di wilayah Malang Raya serentak tega kesehatan diterjunkan. Mereka melakukan tes kesehatan petugas mulai dari KPPS, PPS dan PPK .

Penanganan kesehatan petugas Pemilu serentak di Malang Raya itu mulai dari Kota Batu, Kota dan Kabupaten Malang. Empat sampai lima petugas kesehatan termasuk tukang pijet dan satu ambulans  dari Dinas Kesehatan (Dinkes) diturunkan di setiap kecamatan.

Komisioner KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto mengatakan disiagakannya petugas kesehatan sesuai instruksi KPU Pusat. Alasannya banyak perangkat Pemilu berjatuhan sakit akibat kelelahan. Pelayanan kesehatan yang diberikan di antaranya cek kesehatan, tensi darah, hingga pemberian vitamin.  

"Banyaknya PPK dan Panwascam yang harus dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan membuat KPU tiap daerah melakukan antisipasi dengan mengirimkan tenaga medis. Untuk Kota Batu tenaga medis dikirim ke tiap kecamatan mengingat saat ini proses rekapitulasi tingkat kecamatan," jelas Heru. 

Untuk kompensasi bagi PPK atau Panwascam yang jatuh sakit masih digodok KPU Pusat. "Namun bagi petugas yang kecelakaan atau meninggal sudah diantisipasi melalui program JKK dan JKM," tandasnya.

Di Kota Malang juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap petugas Pemilu. Senin (22/4) , dua petugas kesehatan dari Puskesmas Bareng disiagakan di Kantor Kecamatan Klojen, tempat rekapitulasi suara. 

Petugas Linmas, Yuliadi yang sedang siaga tak ingin kehilangan kesempatan cek  kesehatan yang digratiskan itu. Pria berusia 45 tahun ini mengaku kelelahan. Sambil duduk disamping pintu masuk, ia terlihat lemas. “Saya lelah, kurang fit. Terus saya periksa,” kata Yuliadi.

Setelah mengecek kesehatan, ia kaget karena tekanan darah tinggi. Tensi Yuliadi mencapai 230 dari ambang batas normal yang berkisar 130. Namun ia tidak mendapatkan obat, karena obat-obatan yang disediakan tidak lengkap. Yuliadi mendapat rekomendasi untuk membeli obat di apotek.

Meskipun ada yang kurang, pria yang bekerja dari pukul 07.00 hingga 19.00


BERITA TERKAIT