Refli Harun; Naif Pemilu 2019 Tanpa Kecurangan Tapi Tak Masif dan Terstruktur | Berita Terbaru Hari ini

Close

Refli Harun; Naif Pemilu 2019 Tanpa Kecurangan Tapi Tak Masif dan Terstruktur

  • 2019-04-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :828
Refli Harun; Naif Pemilu 2019 Tanpa Kecurangan Tapi Tak Masif dan Terstruktur Pakar hukum tata negara Refly Harun menaifkan Pemilu 2019 tanpa kecurangan tapi tak masif dan terstruktur.(dok.rmol)

JAKARTA -Pakar hukum tata negara Refly Harun, menilai, dalam setiap perhelatan Pemilu hampir dapat dipastikan terjadi kekurangan seperti kecurangan. Kecurangan yang terjadi biasanya juga dilakukan semua kubu yang ikut berlaga.

Menurutnya, begitu juga dengan di Pemilu serentak 2019. Refly menyebut terlalu naif jika dikatakan tidak terjadi kecurangan. Artinya, kecurangan memang terjadi. Namun skalanya juga tidak sampai terstruktur, sistematis, dan masif.

"Di dalam setiap Pemilu terlalu naif jika dikatakan tidak terjadi kecurangan. Di Pemilu 2019, kecurangan yang terjadi dilakukan oleh dua kubu, namun tidak sampai terstruktur, sistematis, dan masif," kata Refly Harun, Selasa (23/4/2019) di Jakarta.

Kecurangan Pemilu saat ini memang sedang digaungkan tim sukses TKN Jokowi - Ma'ruf amin dan tim BPN Prabowo -Sandiaga. Kubu pasangan nomor urut 02 bahkan menyebut telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Menurut Refly, kecurangan Pemilu bisa dikatakan terjadi secara terstruktur jika ada rantai komando dari atas ke bawah yang menginstruksikan agar melakukan segala cara, dalam hal ini untuk melakukan kecurangan di dalam pemilu. Sedangkan dikatakan sistematis jika memang ada perencanaan jauh-jauh hari untuk berbuat curang.

"Dikatakan kecurangan masif, jika kecurangan yang terjadi berlangsung di seluruh daerah yang melaksanakan Pemilu. Jika ini semua terjadi, baru bisa dikatakan Pemilu kali ini terjadi kecurangan secara TSM," ucapnya.

Refly menyebut, pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam Pemilu 2019 sebaiknya menggunakan cara-cara yang konstitusional dalam membuktikan kecurangan Pemilu. Caranya, dengan menyiapkan segala macam bukti yang mendukung pernyataannya bahwa Pemilu kali ini telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif.

"Siapkan bukti-bukti untuk mendukung tuduhan kecurangan pemilu secara TSM. Salah satu yang bisa dilakukan dengan menyiapkan bukti salinan asli formulir C1 dan hasil rekapannya di setiap tingkatan," ujar Refly.

Saat ini, lanjut dia,  dalam sistem penghitungan suara tingkat nasional, seluruh masyarakat bisa memantau langsung rekapitulasi perolehan suara


BERITA TERKAIT