Demi Efisiensi, Garuda Pangkas Penerbangan Saat Low Season | Berita Terbaru Hari ini

Close

Demi Efisiensi, Garuda Pangkas Penerbangan Saat Low Season

  • 2019-04-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :471
Demi Efisiensi, Garuda Pangkas Penerbangan Saat Low Season ilustrasi(ist)

JAKARTA -Demi efisiensi dan untuk meningkatkan keuntungan pada awal tahun, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memangkas sejumlah penerbangan sepanjang kuartal I 2019.

Kebijakan ini didasari karena dalam lima tahun terakhir maskapai penerbangan pelat merah ini hampir selalu merugi pada awal tahun. Tiga bulan pertama setiap tahun memang dikenal sebagai musim sepi alias low season.


"Januari sampai Maret selama lima tahun pasti rugi karena kami (sebelumnya) selalu melakukan pendekatan bisnis as usual, yang penting terbang aja terus," kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, Rabu (24/3).

Pikri Ilham menyebut atas dasar itu manajemen lebih selektif dalam menyediakan rute penerbangan pada awal 2019. Perusahaan lebih mengutamakan permintaan pasar.

Pada kuartal I 2015 rugi Garuda Indonesia sebesar USD 33,75 juta. Kemudian, jumlahnya membengkak pada kuartal I 2014 menjadi USD 163,89 juta.

Namun Garuda masih meraup  laba bersih pada kuartal I 2015 sebesar USD 11,39 juta, kuartal I 2016 USD 1,02 juta. Namun, Garuda Indonesia kembali merugi pada kuartal I 2017 sebesar USD 100,64 juta dan berlanjut di kuartal I 2018 sebesar USD 65,34 juta.

Pikir Ilham mengakui tahun-tahun sebelumnya lebih mengedepankan jumlah penerbangan dibandingkan dengan keterisian pesawat. Walhasil, beban biaya yang ditanggung pun meningkat.

"Mazhab lama kalau terbang tinggi maka utilitas tinggi, jadi biaya turun karena jual murah, tapi tidak bisa begitu lagi," tutur dia.

Masalahnya, pemberian tiket murah dengan berbagai promo pun tak juga dilirik banyak orang. Ia mencontohkan konsumen yang membeli saat low season hampir sama setiap tahunnya.

"Jadi dia-dia lagi. Yang terbang itu-itu saja. Anak sekolah juga tidak terbang. Sekarang kami sesuaikan, jadi bisa cut loss. Ini strategi baru kalau low season tidak perlu terbang terus-terusan," papar Pikri.

Ia mengklaim langkah ini menjadi penopang utama keberhasilan perusahaan meraup laba pada kuartal I tahun ini sebesar USD 20,48 juta.

Total


BERITA TERKAIT