Terus Klaim Kemenangan dengan Bukti Tersembunyi, PDI-P Ajak Kubu Prabowo Berfikir Jernih | Berita Terbaru Hari ini

Close

Terus Klaim Kemenangan dengan Bukti Tersembunyi, PDI-P Ajak Kubu Prabowo Berfikir Jernih

  • 2019-04-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :822
Terus Klaim Kemenangan dengan Bukti Tersembunyi, PDI-P Ajak Kubu Prabowo Berfikir Jernih Sekjen PDIP dan sekretaris Tim Kampanye Nasional TKN Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto .(ist)

JAKARTA -Kubu Capres 02 Prabowo-Sandi tak henti-hentinya mengklaim diri sebagai pemenangan di Pilpres 2019 dan mengalahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Klaim itu sendiri didasari atas hasil real count yang disebut mencapai angka kemenangan 62 persen.

Akan tetapi, klaim angka itu sampai hari ini tak lebih dari sebuah klaim, tanpa dibarengi dengan bukti.

Sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf, berdasarkan hasil quick count sederet lembaga survei, ditetapkan sebagai pemenang dengan perolehan suara di kisaran 55 persen.

Di sisi lain, PDI Perjuangan juga mengklaim bahwa perolehan pasangan nomor urut 01 itu, berdasarkan hitung sementara juga unggul.

Klain tersebut lantas dibarengi dengan pembeberan bukti-bukti di Kantor DPP PDIP beberapa waktu lalu.

Terbaru, kubu Prabowo-Sandi menggelar syukuran sebagai tanda kemenangan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Kampanye Nasional TKN Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto angkat bicara.

Terlebih lantaran kubu koalisi Adil Makmur itu yang selalu merahasiakan lokasi tabulasi data Pilpres 2019.

“Sesuatu yang tertutup dan dirahasiakan bagaimana melakukan klaim (kemenangan) secara sepihak,” ucap Hasto di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (24/4/2019).

Sekjen PDIP itu hadir di Istana Negara untuk menyaksikan pelantikan Irjen Pol (Purn) Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2019-2024 oleh Presiden Joko Widodo

Sebaliknya, Hasto mengajak kubu 02, setelah delapan bulan berkontestasi dalam Pilpres, sekarang saatnya untuk berpikir jernih bagi bangsa dan negara.

“Bagi yang tidak bersedia menunjukkan hasil rekapituliasinya dan tidak bersedia diaudit terbuka sebaiknya hentikan klaim kemenangan sepihak itu tapi kita bergandengan tangan untuk kepentingan bangsa,” tuturnya.(jpnn)
 


BERITA TERKAIT