Kenali Penyebab Penyakit Asma | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kenali Penyebab Penyakit Asma

  • 2019-05-02
  • Editor :goly
  • dibaca :5559
Kenali Penyebab Penyakit Asma Kenali Penyebab Penyakit Asma

KLIKAPA - Selain diperingati sebagai Hari Buruh Internasional, setiap tanggal 1 Mei juga diperingati sebagai Hari Asma Sedunia.


Menurut dr. Anita Amalia Sari, asma adalah penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan.
“Orang yang mengalami asma memiliki saluran napas yang sensitif terhadap beragam pemicu. Beberapa jenis substansi yang dikenal sebagai alergen dan iritan dapat memicu munculnya gejala asma seperti batuk, mengi (bunyi ‘ngik-ngik saat napas’), sesak napas dan dada terasa berat,” jelasnya.


Badan kesehatan Dunia (WHO) mengestimasi sekitar 235 juta populasi dunia menderita asma. Menurut data dari Riset Data Kesehatan (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2018, penderita asma di Indonesia adalah 2,4 persen dari keseluruhan penduduk.


Menurut dr. Anita sekitar 80 persen asma juga memiliki alergi. Sehingga, alergi erat kaitannya dengan asma. Namun, dengan pengetahuan dan penanganan yang baik, penderita asma bisa menjalani hidup dengan normal.


Berbagai penyebab asma
Dikatakan oleh dr. Anita, alergen penyebab asma dapat ditemukan di rumah, tempat kerja ataupun di luar ruangan. Lantai, dinding, mainan, seprai, karpet, furnitur, halaman rumah, hewan peliharaan, dan lain sebagainya dapat menjadi sumber alergen atau iritan asma.


Jika sudah sudah tahu penyebab alerginya, maka sebaiknya Anda menghindari kontak dengan alergen tersebut. Mengurangi paparan terhadap pemicu asma merupakan salah satu penanganan asma yang tepat. Berikut di bawah ini adalah beberapa penyebab asma.


1. Pemicu di udara
Paparan serbuk sari, polusi udara, asap rokok, dan asap dari pembakaran vegetasi bisa bikin asma Anda kambuh. Serbuk sari paling menyusahkan selama musim peralihan, meskipun bunga, gulma, dan rumput mekar sepanjang tahun. Hindari berada di luar selama waktu puncak serbuk sari dalam sehari.
Menurut dr. Anita, di Indonesia alergi karena serbuk sari (pollen) jarang terjadi. Meski demikian, cara menghindarinya


BERITA TERKAIT