Awas, Virus Kanker Serviks Juga Bisa Menyerang Pria! | Berita Terbaru Hari ini

Close

Awas, Virus Kanker Serviks Juga Bisa Menyerang Pria!

  • 2019-05-04
  • Editor :goly
  • dibaca :1953
Awas, Virus Kanker Serviks Juga Bisa Menyerang Pria! Ilustrasi

KLIKAPA - Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu momok di dunia kesehatan.

Faktanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker yang menduduki peringkat 4, paling sering dialami oleh wanita. Tapi, sudah tahukah Anda bahwa virus kanker serviks ternyata juga bisa menyerang pria?


Kanker serviks di Indonesia
Diperkirakan terdapat 570.000 kasus kanker serviks pada tahun 2018 atau sekitar 6,6 persen dari seluruh kasus kanker yang terjadi pada wanita di seluruh dunia.


Sementara itu menurut Globocan, pada tahun 2018 terdapat 32.469 kasus baru kanker serviks di Indonesia yang menyebabkan 18.279 kematian setiap tahunnya. Hingga kemudian, kanker serviks “naik kelas” menempati peringkat 2 jenis kanker terbanyak yang terjadi pada wanita di Indonesia.


Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Virus HPV sendiri terdiri dari 100 lebih sub tipe virus. Setiap virus bisa menginfeksi berbagai area tubuh, baik melalui kulit maupun membran mukosa.
Pada umumnya penularan HPV terjadi melalui hubungan seksual. Ketika virus tersebut masuk ke dalam sel-sel serviks, maka selanjutnya berpotensi menyebabkan kanker serviks. Namun, virus ini nyatanya juga perlu diwaspadai oleh kaum pria.


Pria juga perlu waspada terhadap kanker serviks
Tidak hanya perempuan, para pria juga harus waspada terhadap masalah kesehatan yang dapat disebabkan oleh HPV. Pasalnya, virus ini juga bisa menginfeksi pria.
Sayangnya, banyak pria yang sudah terinfeksi HPV tidak menampakkan gejala sama sekali. Pada kondisi sudah terinfeksi tersebut, pria tetap dapat menularkan HPV ke orang lain lewat hubungan seksual, baik melalui vagina atau anus, hingga oral sex.


Peningkatan risiko infeksi HPV pada pria dipengaruhi oleh beberapa faktor. Biasanya karena memiliki beberapa pasangan seksual, penurunan sistem imunitas tubuh, adanya lesi pada kulit, tidak sunat, serta mengalami kontak langsung dengan kutil atau benda


BERITA TERKAIT