Gejala Diabetes Mellitus pada Anak | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gejala Diabetes Mellitus pada Anak

  • 2019-05-04
  • Editor :goly
  • dibaca :3834
Gejala Diabetes Mellitus pada Anak Ilustrasi

KLIKAPA - Pada dasarnya, diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak.

Orang dewasa pun belum banyak mengetahui hal ini karena mengira hanya orang sudah “berumur”-lah yang bisa terkena diabetes. Adapun jenis diabetes yang biasanya mengintai anak menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter adalah diabetes mellitus tipe 1.


Jenis-jenis diabetes mellitus
Diabetes mellitus terbagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh keadaan autoimun yang merusak sel beta pada pankreas. Kerusakan ini mengakibatkan produksi insulin terganggu.
Diabetes tipe 1 dapat ditemukan pada usia berapa saja. Paling umum, ditemukan saat anak berusia 4-6 tahun dan 10-14 tahun. Lalu, bagaimana dengan diabetes tipe 2?


Pada diabetes tipe 2, sel beta dari pankreas dapat menghasilkan insulin. Yang jadi masalah adalah insulin itu tidak dapat bekerja secara efektif akibat resistensi. Alhasil, kadar gula darah menjadi tidak terkontrol (cenderung tinggi).
Diabetes mellitus tipe 1 kerap menimpa anak-anak, sedangkan tipe 2 lebih banyak dialami oleh remaja, yaitu usia 15-19 tahun. Selain itu, diabetes mellitus tipe 1 lebih dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan, sedangkan diabetes mellitus tipe 2 lebih dipicu oleh sindrom metabolik, seperti obesitas, hipertensi, atau kadar lemak darah yang tinggi.


Kenali gejala yang ditimbulkan
Orang tua mesti memperhatikan betul gejala diabetes yang diderita oleh anak. Sebab, semakin dini terdeteksi, semakin cepat pula anak Anda mendapatkan terapi untuk memperbaiki kadar gula darah. Jika sudah begitu, komplikasi lanjutan pun bisa segera dicegah.


Adapun gejala diabetes mellitus pada anak yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua, antara lain:
    Frekuensi berkemih meningkat
Kadar gula darah yang meningkat dapat menyebabkan pengeluaran urine lebih banyak. Akibatnya, anak dengan diabetes lebih sering berkemih dibandingkan anak yang sehat.


    Sering haus dan minum lebih banyak
Karena


BERITA TERKAIT