Eks Mendagri Gamawan Fauzi Diperiksa KPK Terkait Korupsi E-KTP | Berita Terbaru Hari ini

Close

Eks Mendagri Gamawan Fauzi Diperiksa KPK Terkait Korupsi E-KTP

  • 2019-05-08
  • Editor :junaedi
  • dibaca :999
Eks Mendagri Gamawan Fauzi Diperiksa KPK Terkait Korupsi E-KTP Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi diperiksa Komisi berantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP), Rabu (8/5). (dok.cnnindonesia)

JAKARTA -Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi diperiksa Komisi berantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP), Rabu (8/5). 

Gamawan tiba di gedung Merah Putih KPK sejak sekitar pukul 9.40 WIB dan keluar pada pukul 14.00 WIB. Ia diperiksa sebagai saksi terhadap Markus Nari (MN) dalam kasus korupsi e-KTP.

Usai diperiksa selama kurang lebih empat jam, Gumawan mengaku hanya ditanyai satu pertanyaan. "Yang ditanya cuma satu. Kenal enggak sama Pak Markus," kata Gumawan kepada para wartawan.

Ia mengaku kenal Markus Nari di DPR. Namun ia mengatakan tidak pernah mengobrol dengan Markus. Selain itu ia juga mengaku tidak ditanyai sama sekali soal proyek e-KTP.

Gumawan mengatakan pihaknya ingin mengoreksi soal dugaan yang ditujukan kepada Markus Nari lantaran ia menerima tambahan anggaran e-KTP pada 2013. Menurut Gunawan tidak ada penambahan anggaran lantaran kontrak tersebut tiap tahun disempurnakan anggarannya.

Ia juga sempat menyinggung terkait dengan dugaan pengalihan anggaran luar negeri ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Diketahui, dalam kasus ini ada dugaan perubahan penganggaran proyek e-KTP yang didanai Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) menjadi APBN murni.

"Enggak pernah disetujui itu, anggaran luar negeri cuma wacana saja kan?" ujarnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penyidik KPK hari ini mengonfirmasi terkait keanggotaan Markus Nari di DPR RI. Kemudian, kata dia, KPK juga mendalami terkait proses pengajuan anggaran pengadaan e-KTP yang terjadi di antara Kemendagri dan DPR RI.

Lebih lanjut Febri menyampaikan, KPK pada Selasa (7/5) lalu telah menyita satu unit mobil milik Markus Nari. 

"Mobil Toyota Land Cruiser warna hitam yang diduga milik tersangka MN. Itu kami sita dan sudah masuk dalam berkas perkara di penyidikan ini," ucapnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Markus Nari sebagai tersangka sejak 19 Juli 2017 silam. Markus diduga berperan dalam memuluskan penambahan anggaran e-KTP


BERITA TERKAIT