Agum Gumelar: Tak Sepatautnya Kivlan Zen Berkata Kasar ke SBY | Berita Terbaru Hari ini

Close

Agum Gumelar: Tak Sepatautnya Kivlan Zen Berkata Kasar ke SBY

  • 2019-05-10
  • Editor :junaedi
  • dibaca :357
Agum Gumelar: Tak Sepatautnya Kivlan Zen Berkata Kasar ke SBY Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar .(dok.cnnindonesia)

JAKARTA -Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar mengkritik mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen yang menyerang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya juga sangat mohon maaf ya, itu juga kawan-kawan saya juga di 02 itu, seperti Kivlan Zein. Saya rasa tidak sepatutnya berkata seperti kasar terhadap Pak SBY," kata Agum di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/5).

Agum menyatakan SBY adalah Presiden ke-6 RI yang menjabat dua periode. Menurut dia, Kivlan tak bisa mencaci maki SBY, terlebih sesama tentara. Baik SBY maupun Kivlan sama-sama berasal dari matra darat.

"Menurut saya etika keprajuritan tidak mengizinkan. Apalagi sama-sama tentara. Dan SBY adalah jenderal bintang empat, dia adalah presiden," ujarnya pensiunan jenderal bintang empat itu.

Mantan Danjen Kopassus itu meminta para pihak yang tak puas dengan keadaan usai Pemilu 2019, jangan melampiaskannya dengan cara-cara yang di luar etika.

"Jangan kemudian pelampiasannya dengan cara-cara yang di luar etika," kata Agum.

Sebelumnya, Kivlan Zen menyebut SBY sebagai orang yang licik dan tak ingin melihat Prabowo terpilih sebagai presiden. Kata dia, SBY tak ingin ada jenderal lain yang mengisi jabatan pucuk pemerintahan. 

"Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang 2014," ucap Kivlan di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (9/5). 

Pernyataan Kivlan itu merespon ungkapan Andi Arief yang menyebut ada setan gundul di sekitar Prabowo. Kivlan tidak terima. Dia mengatakan setan gundul itu justru Andi Arief sendiri. (cnn-indoensia)
 


BERITA TERKAIT