Wanita Dalam Video Pengancam Presiden Jokowi Juga Dilaporkan ke Polisi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Wanita Dalam Video Pengancam Presiden Jokowi Juga Dilaporkan ke Polisi

  • 2019-05-12
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1407
Wanita Dalam Video Pengancam Presiden Jokowi Juga Dilaporkan ke Polisi Seorang wanita berkaca mata yang ada dalam video mengancam memenggal presiden ikut dilaporkan ke polisi.(ist)

JAKARTA -Setelah HS (Hermawan Susanto) pemuda yang mengancam akan memenggal kelapa presiden  ditangkap, giliran wanita yang ada dalam video pengancaman itu dilaporkan ke polisi.

"Yang perempuan itu juga akan diproses dan kita sudah bikin LP (Laporan Polisi)-nya," ujar Ketua Umum Tim Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer yang melaporkan wanita itu di Polda Metro Jaya, Minggu (12/5).

Ebenezer menuding wanita itu sebagai pembuat konten video tersebut. Dia telah melaporkan wanita itu dengan laporan yang teregister di LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Mei 2019 dengan pelapor atas nama Yeni Marlina. Yeni merupakan Wakil Sekretaris Joman.

"Yang pembuat (video) yang perempuan itu dan yang mengancam. Yang laki-laki sudah ditangkap, tinggal perempuan. Mudah-mudahan nggak lama lagi diproses," ucap Immanuel kepada wartawan.

Sebelumnya Hermawan dilaporkan oleh Joman ke Polda Metro Jaya. Hermawan yang diduga mengancam memenggal Jokowi ditangkap pagi tadi.

Penangkapan itu dilakukan oleh tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hermawan diduga mengancam Jokowi seperti dalam video yang viral beredar di media sosial.

"Melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata 'Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah'," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Hermawan juga sudah dibawa ke Polda Metro Jaya. Immanuel menyebut Hermawan telah meminta maaf atas perbuatannya.

"Tadi tersangka HS (Hermawan Susanto) mengucapkan permintaan maaf. Kita manusia kita memaafkan tapi kan perbuatannya domainnya kepolisian bukan domain kita karena kepolisian yang menentukan proses itu," ucap Immanuel.

 

 

 

sumber detikcom


BERITA TERKAIT