Pelaku Tinggalkan Jejak Tiga Tulisan seperti Ini Tulisannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pelaku Tinggalkan Jejak Tiga Tulisan seperti Ini Tulisannya

  • 2019-05-14 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :750
Pelaku Tinggalkan Jejak Tiga Tulisan seperti Ini Tulisannya Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP penemuan mayat wanita termutilasi.(firman)

MALANG -Polres Malang Kota (Makota) masih terus berusaha menyelidiki kasus wanita termutilasi di lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang, Selasa. Diperoleh informasi, polisi agak kesulitan mendapatkan identitas korban.


Sumber di Makota, kondisi mayat korban sulit dindentifikasi. Baik dari wajah dan sidik jarinya sudah rusak.


''Kami masih berusaha untuk mencari petunjuk lain. Mudah-mudahan tidak segera kami ungkap,'' terang sumber yang enggan disebut jati dirinya ini.


Yang pasti, dari penyelidikan sementara, korban diduga dibunuh sudah lebih dari tiga hari lalu. Semua bagian tubuh yang ditemukan, dalam kondisi menghiitam dan membusuk.


Pelaku meninggalkan jejak berupa sejumlah tulisan. Tulisan itu ditempatkan di dinding kamar mandi dan di potongan tubuh korban. Ada tidak tulisan yang ditinggalkan pelakunya.


Tulisan pertama ditulis di atas kertas dengan warna hitam. Tulisan ini ditempel dengan selotip di dinding dekat tangga. Tulisan kedua, ditempelkan di atas kertas koran dengan warna merah. Satu lagi, dituliskan di dinding pilar dekat penemuan mayat. 


Berikut petikan tulisan yang diduga kuat ditinggalkan pelakunya.


“Ilmu dukunmu yang kamu pelajari suatu saat akan memakan dirimu sendiri mati atau meninggal dunia dengan mengenaskan sekali. Sudah ada kejadian di Muharto Malang Jawa Timur, Muharto Gang 5, Inaliwainalilahirojiun. Dan ilmu strumanmu nantinya juga akan memakan tuannya sendiri, yang mempergunakannya tiap hari apalagi nyetrum aku.”


Selain menyebutkan Muharto gang 5, dalam tulisan, pelaku mutliasi juga menyebut dua nama, Suyito dan Suyitno. 


Jasad wanita termutilasi sebelumnya ditemukan petugas keamanan Pasar Besar Malang, Abdul Adhim, 50, warga Jalan Mayjen Panjaitan Penanggungan dan Maadi Chilman, 47,  pedagang pasar ini. Mereka awalnya mencari aroma bau busuk yang mengganggu.


BERITA TERKAIT