Mayat Termutilasi Belum Teridentitas, Seorang Ibu Datang Mengecek karena Mengaku Keponakannya Hilang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Mayat Termutilasi Belum Teridentitas, Seorang Ibu Datang Mengecek karena Mengaku Keponakannya Hilang

  • 2019-05-15 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7779
Mayat Termutilasi Belum Teridentitas, Seorang Ibu Datang Mengecek karena Mengaku Keponakannya Hilang Polisi saat melakukan olah TKP dan mengumpulkan potongan mayat termutilasi yang tercecer di sejumlah tempat di lantai 2 gedung Pasar besar Kota Malang, Selasa (14/5).(firman)

MALANG – Identitas mayat termutilasi di Pasar Besar, Kota Malang belum terungkap. Tapi Kamar Mayat  Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Selasa (14/5) didatangi seorang wanita  yang ingin mengecek jasad wanita termutilasi itu.
Wanita yang mengaku bernama Siti Fatimah, 39, warga Jalan Muharto, Kota Malang ini mengaku kehilangan seorang sanak familinya. Keponakannya itu bernama Della, 15. Ia pun ingin memastikan apakah jasad wanita termutilasi itu keponakannya yang hilang itu.

Ia pun dibantau petugas kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mengecek fisik mayat termutilasi itu. Namun setelah itu ia belum bisa memastikan. Ada kemiripan namun ia mengaku tidak bisa memastikan.

“Pertama, rambutnya sebahu, ukuran badannya juga mirip Della,” kata Siti. 

Ia mengatakan, keponakannya sudah dua pekan tidak pulang ke rumah. Menurut Siti, saat meninggalkan rumah, Della pamit pergi untuk menonton kenian Bantengan di Karangploso.

Sejak tidak pulang, keluarga Della sudah berupaya mencari ke sejumlah tempat. Tapi, ayah Della, enggan melapor ke polisi karena putrinya dikenal bandel. Della, acapkali diketahui ikut  gelandangan remaja yang berkeliling kota ke kota sambil mengamen dan mengais makanan.

Siti tidak percaya tak begitu saja percaya bahwa korban mutilasi berusia sekitar 30 tahun. Karena, dia menyebut bagian payudara korban mutilasi, itu seperti anak yang masih berusia remaja. 

“Masa orang umur 30 tahun payudaranya begitu, saya curiga karena itu,” ujar Siti Fatimah. 

Terlepas benar atau tidak, dia mengaku mendapat firasat karena merindukan Della si keponakan.

Sementara itu Kanit Inafis Polres Malang Kota, Ipda Subandi menyebut korban mutilasi masih belum bisa diidentifikasi karena sidik jari yang mengering.

“Petugas sedang berupaya melakukan teknik penggelembungan untuk membasahkan sidik jari, agar bisa diidentifikasi,” ujar Subandi kepada wartawan.

Sehingga, dia juga belum bisa memastikan, apakah korban mutilasi yang ditemukan di Pasar Besar Malang, adalah keponakan dari Siti Fatimah warga Muharto bernama Della. 

Kasubbag


BERITA TERKAIT