Pelaku Mutilasi di Pasar Besar Malang Mengaku Disuruh Korban dan Bisikan Gaib | Berita Terbaru Hari ini

Close

Pelaku Mutilasi di Pasar Besar Malang Mengaku Disuruh Korban dan Bisikan Gaib

Pelaku Mutilasi di Pasar Besar Malang Mengaku Disuruh Korban dan Bisikan Gaib Polisi saat mengumpulkan sejumlah barang bukti di TKP dan tersang Sugeng (insert)

MALANG -Sugeng Santoso, 48, pelaku mutilasi wanita di areal Pasar Besar Kota Malang mengakui perbuatannya. Ia mengaku memotong-motong tubuh korban karena atas permintaan korban selain bisikan gaib yang diterimanya.

Pengakuan seperti tulah yang diungkapkan kepada petugas seperti diceritakan Kapolres Malang Kota, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Rabu (15/5) malam kepada watawan.

Menurut Asfuri,  pelaku mengenal korban 9 hari lalu. Sekitar tanggal 7 Mei di depan Klenteng Eng An Kion di jalan Laksama Martadinata, Kota Malang.  Pelaku tidak mengetahui nama korban. Ketika bertemu saat itu, pelaku hanya tahu korban berasal dari Maluku dan sedang dalam keadaan sakit.

Sugeng juga mengakui selama ini sering nongkrong di depan Klenteng itu. Termasuk di sekitaran Pasar Besar dan tempat ia melakukan mutilasi.

Sugeng mengaku tempat punya tinggal tetap alias hidup menggelandang.  Meski sering disebut-sebut ia tinggal di daerah Jodipan. 

Perkenalan pelaku dengan korban berlanjut. Sugeng pun mengajak korban ke tempat ia sering “bertandang”. Yakni di Lantai 2 Pasar Besar. Tempat yang kemudian menjadi TKP itu. Seingat Sugeng, kedatangan mereka di siang hari. Lalu, sekitar pukul 17.00 WIB sore, korban meninggal dunia.

“Jadi korban ini, menurut pengakuan pelaku, sudah meninggal baru kemudian dia memutilasi,” ungkap Asfuri. 

Mengapa kemudian dilakukan mutilasi? Menurut pengakuan Sugeng diperintah korban sebelum meninggal. Yakni untuk memotong tubuhnya, usai ia meninggal dunia. Hal ini sementara dinyatakan sebagai motif mutilasi yang dilakukan Sugeng. 

Tidak hanya itu saja, Sugeng mengaku pula mendapatkan bisikan gaib. Bisikan untuk melakukan mutilasi terhadap korban, pada tanggal 9 Mei. Mutilasi baru dilakukan pelaku, tiga hari usai meninggalnya korban. 

itu artinya, lanjut Asfuri jasad korban sempat tiga hari terkatung-katung. Asfuri mengatakan pelaku menggunakan gunting besar untuk memotong-motong tubuh korban. 

“Lalu untuk catatan-catatan yang ada di sekitar TKP dan juga telapak kaki korban. Pelaku diakui pelaku atas suruhan korban,” jelas Asfuri.

Tulisan yang


BERITA TERKAIT