Gerindra Sebut Poyuono Membakar Situasi, Merusak Koalisi Prabowo-Sandi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Gerindra Sebut Poyuono Membakar Situasi, Merusak Koalisi Prabowo-Sandi

  • 2019-05-16
  • Editor :junaedi
  • dibaca :618
Gerindra Sebut Poyuono Membakar Situasi, Merusak Koalisi Prabowo-Sandi Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa.(ist)

JAKARTA -Ketua DPP Partai Gerindra yang juga sekretaris Fraksi Gerindra di DPR, Desmond J Mahesa, mengkritik rekannya di partai, Arief Poyuono. Dia menuduh Poyuono membiki sensasi baru dengan pernyataan-pernyataannya.


Poyuono yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, terakhir mengajak para pendukung Prabowo-Sandiaga Uno untuk tidak membayar pajak bila Jokowi-Ma'ruf Amin memerintah Indonesia. 


Sebelumnya, dia juga sudah bikin heboh perpolitikan nasional dengan mengusir Partai Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga.


"Arief Poyuono kan kesannya membakar gitu lho," kata Desmond J Mahesa, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).


Gerindra, kata Desmond, tak bersifat membakar situasi. Gerindra selalu berusaha mempertimbangkan persatuan dan kesinambungan bangsa. Sifat membakar dari Poyuono yang dimaksud, saat Poyuono mengajak pendukung Prabowo untuk tak membayar pajak.


Bahkan, Desmond menilai Poyuono sebetulnya cocok untuk menjadi bagian dari pendukug kubu penguasa Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan rival Prabowo. Soalnya, Poyuono selama ini dinilai merusak koalisi. Misalnya, Poyuono pernah mengusir Partai Demokrat dari koalisi.


"Kalau saya melihat, Arief Poyuono ini cocoknya sebagai bagian dari kekuasaan. Arief poyuono merusak. Kalau dia berbicara soal mengusir orang, itu semua kan merusak. Padahal perbedaan itu biasa, kalau Demokrat berbeda itu biasa, biarlah sejarah yang menilai," kata Desmond.


Dia meminta Poyuono untuk lebih dewasa dan tak menebar permusuhan, apalagi permusuhan dengan sesama rekan koalisi. Prabowo dikatakannya tak pernah meninstruksikan sikap permusuhan. Namun Poyuono tak juga sadar meski pernah diberi sanksi berupa Surat Peringatan Pertama (SP-1). Namun Gerindra kini juga tak mau menghukum elitenya itu.

"Kami tidak mau menghukum orang yang aneh-aneh. Kami menuntut orang ini sadar. Sudah dikirimi SP-1, sudah ditegur, tapi masih saja... Ini karena wataknya saja. Itu sudah diperingatkan," kata Desmond.
 


BERITA TERKAIT