Terungkap, BOPI Sempat Berencana Cabut Izin Liga, saat Suporter PSS Sleman dan Arema Ricuh | Berita Terbaru Hari ini

Close

Terungkap, BOPI Sempat Berencana Cabut Izin Liga, saat Suporter PSS Sleman dan Arema Ricuh

  • 2019-05-16
  • Editor :junaedi
  • dibaca :216
Terungkap, BOPI Sempat Berencana Cabut Izin Liga, saat Suporter PSS Sleman dan Arema Ricuh Ricuh antarsuporter di Stdion Maguwoharjo saat PSS Sleman melawan Arema FC, sempat membuat BOPI ingin cabut izin Liga.(dok antara)

Klikapa -Terungkap, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sempat mengeluarkan ancaman mencabut rekomendasi gelaran Liga 1 2019 saat pertandingan PSS Sleman vs Arema FC dihentikan sementara karena kerusuhan suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam.


Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan mengungkapkan, saat itu  ia ada di tempat kejadian kerusuhan antarsuporter di laga pembuka Liga 1 2019 itu.


"Saat pertandingan berhenti saya kumpulkan semua. Ada Exco PSSI Gusti Randa, ada Dirk [Soplanit, Direktur PT. LIB], Refrizal [Exco], CEO PSS, ada pengawas pertandingan ada Panpel juga. Saya bilang di situ, kalau dalam 15 menit [usai rapat] kondisinya tidak terkendali, keamanan tidak terkendali, maka rekomendasi saya cabut. Tidak ada Liga 1 dan Liga 2 tahun ini," kata Sandi seperti dilansir cnnindonesia, Kamis (16/5).


Sandi mengatakan, manajer Arema Ruddy Widodo menjamin Aremania yang datang tertib dengan menyisir orang-orang yang berisiko konflik. Jumlah suporter Arema yang masuk ke tribune penonton pun dikurangi jumlahnya.


Sepuluh menit rapat dadakan, jelas Sandi, penonton di tribune mulai tertib dan pemain Arema mulai kembali masuk ke lapangan. Kemudian dilanjutkan pemain PSS dan wasit masuk lapangan sebelum pertandingan kembali dimulai tepat di 15 menit yang diminta Sandi. Total pertandingan PSS vs Arema berhenti selama 55 menit.


"Saya lihat di pertandingan itu yang tampak bertengkar bukan suporter. Saya membedakan suporter dan penonton, soalnya saat suporter Arema datang dijemput suporter PSS. Suporter Sleman juga tertib ada di tribune kanan VVIP dan tidak ikut-ikutan."


"Sedangkan penonton Arema terkoordinasi dengan rapih. Mungkin ada yang sengaja membuat letupan supaya pertandingan berhenti dan mungkin ada skenario yang targetnya menggagalkan liga," ucap Sandi.


Sandi menambahkan Sekjen PSSI Ratu Tisha juga menjadi korban atas keributan yang terjadi saat pertandingan PSS vs Arema. Tangan Tisha terkena lemparan botol dan punggung


BERITA TERKAIT