Dua Elit PD Balik Badan, Demokrat Pertimbangkan Mundur dari Koalisi Prabowo-Sandi | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dua Elit PD Balik Badan, Demokrat Pertimbangkan Mundur dari Koalisi Prabowo-Sandi

  • 2019-05-20
  • Editor :junaedi
  • dibaca :549
Dua Elit PD Balik Badan, Demokrat Pertimbangkan Mundur dari Koalisi Prabowo-Sandi Ketua DPP PD Jansen Sitindaon Pertimbangkan Mundur dari Koalisi Adil dan Makmur.(ist)

JAKARTA -Partai Demokrat mempertimbangkan untuk mundur atau keluar dari barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menyusul dua elitenya balik badan dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Situasi ini jelas menjadi bahan pertimbangan kami apakah kami masih pantas terus berada di koalisi Prabowo ini atau segera mundur saja dari koalisi ini," ujar Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Situasi yang dimaksud adalah soal tudingan adanya buzzer dari Prabowo-Sandi yang mem-bully Bu Ani. Sebelum Jansen, Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean sudah menyatakan terlebih dahulu keluar dari pendukung Prabowo-Sandi.

Meski begitu, Jansen menyebut keputusan Demokrat bertahan atau keluar dari koalisi Prabowo-Sandi akan diambil oleh para petinggi partai.  Jansen menegaskan mundur meski di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, dirinya bertugas sebagai salah satu juru bicara.

"Tapi terkait ini biarlah nanti institusi Partai yang secara resmi memutuskan ya. Ada Ketua Umum di situ, Sekjen dan Majelis Tinggi Partai," terang Jansen.

"Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Dan saya pribadi akan pamit mundur dari barisan pak Prabowo ini. Karena begini begini saya ini juga ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," imbuhnya.

Jansen mengaku masih bisa terima apabila ia diserang secara pribadi sebagai kader. Namun ia menyatakan tidak terima apabila serangan ditujukan kepada Bu Ani.

"Mungkin kalau hanya menyerang kami kader kader demokrat masih bisa lah kami menerimanya. Silahkan serang sekeras mungkin. Tetapi ini sudah menyerang ibu ani. Sudah tidak pantas dan beradab," tegas Jansen.

"Melecehkan Bu Ani ini menurut saya tidak menghargai perjuangan saya yang juga jelas keringat dan rekam jejaknya selama 7 bulan kemarin untuk memenangkan pak Prabowo. Ibu Ani ini posisinya sudah seperti Ibu Kandung kami seluruh kader Demokrat. Dengan kejadian beliau dituduh


BERITA TERKAIT