Saksi PBN Tolak Hasil Pemilu 2019, Ini Alasannya | Berita Terbaru Hari ini

Close

Saksi PBN Tolak Hasil Pemilu 2019, Ini Alasannya

  • 2019-05-21
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1389
Saksi PBN Tolak Hasil Pemilu 2019, Ini Alasannya Penandatanganan berita acara hasil rekapitulasi suara Pemilihan Umum 2019. (dok.kompas)

JAKARTA -Rekapitulasi nasional telah dirampungkan KPU RI di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari. Namun saksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak menandatangani berkas penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019. 

Berita acara hasil rekapitulasi suara pilpres akhirnya ditandatangani oleh saksi perwakilan paslon 01 Jokowi-Ma'ruf serta Ketua dan Anggota KPU. 

Sementara, berita acara hasil rekapitulasi suara pileg, selain ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPU, juga ditandatangani oleh PKB, PDI-P, Golkar, Nasdem, Garuda, PPP, PSI, Demokrat, PBB, dan PKPI. 

Saksi Gerindra, PKS, PAN, dan Berkarya memutuskan untuk tidak memberikan tanda tangan.  

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, yang menghadiri pleno akhir rekapitulasi itu  mengatakan, yang ditolak pihaknya adalah hasil pilpres dan pileg di beberapa provinsi. 

"Bukan (tolak hasil pileg). Hasil pilpres kami menolak. Kalau pileg, kami minta perbaikan ada beberapa provinsi. Kami minta dikoreksi seperti Papua ada beberapa lebih dari 5 kabupaten supaya kami minta ada pemungutan suara ulang," kata Riza. 

Hal senada juga dilontarkan saksi Gerindra yang juga Ketua Bidang Hubungan Penyelenggara Pemilu, Abdul Haris. Ia menyebutkan, partainya menganggap ada beberapa provinsi yang dianggap bermasalah. 

"Kami ajukan ke MK. Jadi, karena BAP keseluruhan, maka saya kira kami tolak tanda tangan. Ada sekitar 5 provinsi," ujar Haris. 

Ia menyebutkan, dari lima provinsi yang dianggap bermasalah, empat di antaranya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. 

Sementara Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Fikri Yasir memberikan catatan bahwa penolakannya karena salah satunya tidak dilaksanakannya rekomendasi Bawaslu. Tidak ada sanksi yang diberikan. 

"Enggak ada punishment gitu. Kami aja yang di sini begitu situasinya. Makanya kami menolak dua-duanya," kata Fikri. 

Perwakilan Partai Berkarya, Andi Picunang, mengungkapkan, sebagai partai pendukung Prabowo-Sandiaga, penolakan pilpres juga otomatis menolak hasil pileg. 

"Karena ini bagian satu kesatuan sesuai UU Nomor 7 tentang pemilu.


BERITA TERKAIT